Sakramen dan Sakramentali

sakramen dan sakramentali

Renungan Bulan Maria dan Bulan Katakese Liturgi 2018 – Hari ke – 4

-Merenungkan-
Sakramen dan Sakramentali

Beberapa minggu sebelum pertunangan, pasangan Wahyu dan Rusmiyati menghadap Rama Paroki untuk memohon kesediaan beliau memimpin Ekaristi pertunangan. Tetapi Rama Paroki mengatakan bahwa pertunangan tidak harus dilaksanakan dalam Misa Kudus, tetapi bisa dalam ibadat yang dipimpin oleh prodiakon. Kebetulan Rama juga tidak bisa pada hari yang mereka tentukan. Maka direncanakanlah ibadat pertunangan yang akan dipimpin oleh prodiakon.

Pemberkatan pertunangan merupakan salah satu contoh sakramentali, yakni “Tanda-tanda suci, yang memiliki kemiripan dengan Sakramen-sakramen, […] menandakan kurnia-kurnia rohani yang diperoleh berkat doa permohonan Gereja. Melalui sakramentali itu, hati manusia disiapkan untuk menerima buah utama Sakramen-sakramen, dan pelbagai situasi hidup yang disucikan” (SC 60). Melalui sakramentali, misteri yang dirayakan dalam sakramen diperjelas dan disposisi umat lebih dipersiapkan secara lebih baik untuk menerima sakramen.

Sakramentali dibedakan dengan Sakramen menurut daya guna, pelayan, dan struktur pokok upacaranya. Daya guna sakramen terjadi secara ex opere operato, artinya menurut ritus atau upacara yang dilakukan. Dalam hal ini, Kristuslah yang menjadi pelaku utama dan pemberi rahmat sakramen.

Pelayan manusiawi hanyalah pelayan Kristus. Sementara itu, daya guna sakramentali terjadi secara ex opere operantis, artinya menurut sikap batin orang-orang yang merayakan ibadat tersebut. Maksudnya, dalam ibadat sakramentali sangatlah penting sikap batin dari umat yang bersangkutan agar rahmat Allah sungguh-sungguh bekerja dan menguduskan umat itu.

Adapun berkaitan dengan pelayan, kecuali baptis darurat, pelayan sakramen haruslah orang yang tertahbis (Uskup, Imam, Diakon), tentu juga sesuai dengan norma liturgi sakramen yang bersangkutan. Sementara, pelayan sakramentali tidak harus orang yang tertahbis, tetapi bisa juga awam seperti prodiakon.

sakramen dan sakramentali

Rm. R. Budiharyana, Pr.

ROMO VIKEP SURAKARTA

Learn More →

2 thoughts on “Sakramen dan Sakramentali

  1. Jenis Sakramentali Kedua – Benedictiones Constitutivae | 14/05/2018 at 07:56

    […] untuk jenis sakramentali yang kedua ini ialah: penahbisan abas (pimpinan pertapa/rahib pria) atau abdis (pimpinan […]

    Reply
  2. Ruwatan | 21/05/2018 at 10:19

    […] Sakramen Baptis, kita telah dipersatukan dengan wafat dan kebangkitan Kristus sehingga kita sudah mempunyai jaminan […]

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *