Peringatan Arwah Seribu Hari

Renungan Bulan Maria dan Bulan Katekese Liturgi 2018 – Hari ke – 30

-Merenungkan-
Peringatan Arwah Seribu Hari

[dropcap]S[/dropcap]elesai Misa Arwah seribu hari Bapak Barnabas, Rama bersama seluruh keluarga almarhum pergi ke halaman rumah, dengan disaksikan umat yang hadir, untuk melepaskan sepasang burung merpati berwarna putih.

Seorang solis yang bersuara merdu mengawalinya dengan sebuah lagu tembang berbahasa Jawa, Mijil. Selesai itu, anak pertama dan kedua melepaskan sepasang burung merpati itu, dan burung itu terbang ke angkasa, diiringi tepuk tangan semua hadirin.

Salah satu simbol dari peringatan seribu hari adalah pelepasan burung merpati. Dari terang iman kristiani, pelepasan burung merpati itu melambangkan :

  1. hidup baru yang telah diterima oleh saudara kita yang telah berpulang kepada Bapa itu;
  2. penyertaan Roh Tuhan atas diri keluarga dan sanak saudara dari yang meninggal; dan
  3. semangat dan kasih dari orang yang meninggal itu akan disebarkan oleh keluarga dan sanak saudaranya ke mana-mana.

Tentu pelepasan burung merpati ini tidak wajib. Yang paling penting dan perlu adalah perayaan Ekaristi itu sendiri. Menurut kebiasaan, Misa Seribu Hari merupakan puncak dari rangkaian peringatan arwah, sehingga biasanya Misa dibuat lebih meriah, tamu lebih banyak dan hidangan juga lebih komplet. Meskipun sekali lagi, banyaknya tamu dan hidangan bukanlah yang utama.

Peringatan arwah seribu hari mengambil tema pokok pada misteri iman akan Allah yang menjadi sumber dan tujuan segala sesuatu. Itulah keyakinan iman Gereja bahwa pada akhir zaman, misteri karya keselamatan Allah yang terlaksana melalui Kristus akan diselesaikan dan dipenuhi, sehingga “Allah menjadi semua di dalam semua” (1Kor. 15:28).

Dan arwah saudara yang diperingati ini kiranya telah mengalami kepenuhan keselamatan abadi berkat belas kasih Tuhan. Sementara itu, seribu hari juga menjadi saat ketika keluarga sungguh-sungguh sudah move on untuk melanjutkan penziarahan hidup di dunia ini menuju tanah air surgawi.

Rm. R. Budiharyana, Pr.

ROMO VIKEP SURAKARTA

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *