Penerimaan Komuni Pertama Di Gereja Tyas Dalem Gusti Yesus Macanan

KOMSOS-GMK. Sebanyak 50 anak yang berasal dari tiga wilayah di Paroki Administratif Tyas Dalem Gusti Yesus Macanan pada hari Minggu (23/6/2019) menerimakan komuni pertama. Hari Minggu ini memang serentak dilaksanakan komuni pertama yang dipusatkan di Paroki. Mengenakan baju putih, tampak keceriaan di wajah mereka. Anak-anak seperti malaikat, cerah dan bercahaya. Karena setelah dirindukan cukup lama, mereka dihantar menerima komuni pertama.

Romo Adrianus Maradiyo, Pr dalam homilinya mengatakan komuni pertama ini bertepatan dengan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dalam liturgi Katolik. Dengan menyambut Tubuh dan Darah Kristus, jiwa menyatu dengan Kristus, memahami dan menerima Kristus tinggal dalam hati kita. Artinya, kita menerima Kristus yang berbelas kasih, yang menyerahkan tubuhNya sebagai santapan rohani, supaya kita memiliki kehidupan. Kehidupan rohani tanpa makanan rohani akan mati. Lebih lanjut Romo mengatakan, bahwa kita sebagai orang yang mencintai Tubuh dan Darah Kristus hendaknya solider pada mereka yang hidupnya masih kekurangan. Kita harus solider terhadap orang-orang miskin. Kita bangun solider dengan cara antara lain makan tanpa sisa atau makan yang secukupnya. Jangan membuang makanan atau minuman, sebab di luar kita masih banyak orang yang kelaparan atau kekurangan gizi karena ketiadaan makanan yang mencukupi. Membuang makanan adalah tindakan yang tidak baik. Membuang-buang makanan membuat kita kehilangan sensitivitas. Karena untuk menjadi makanan yang berupa nasi yang asalnya dari padi butuh proses panjang yang penuh resiko dan rawan gagal panen. Gagal panen ini karena berbagai hal seperti hama, kekeringan, banjir dll. Dan tahun 2019 ini dapat kita baca banyaknya berita gagal panen di berbagai tempat. Jika mengingat itu pantaskah kita membuang makanan ? Apakah kita ikut Ekaristi namun mengabaikan saudara kita yang lapar dan miskin ? Apakah Tubuh dan Darah Kristus dalam Ekaristi sungguh mengubah kita ?

Tak lupa Romo juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Pewarta, orang tua, dan wali baptis. Lebih jauh Romo berkata, anak-anak penerima komuni pertama ini wajib menjadi putera-puteri altar (sebagai bagian dari pendidikan iman berjenjang). Karena saat ini ada keprihatinan, banyak yang pindah agama karena perkawinan, jumlah umat Katolik menurun.

Sebelum berkat penutup oleh Romo, Ignatius Suharyono dari Tim Pewarta mengucapkan terima kasih kepada Romo Adrianus Maradiyo, Pr. Ucapan selamat juga disampaikan kepada anak-anak yang telah menerima komuni pertama, semoga semakin dewasa dalam iman. Selain itu Ignatius Suharyono juga mengucapan terima kasih kepada wali baptis, karena menyertai anak baptisnya saat menerima komuni pertama. Tak lupa terima kasih kepada katekis yang sabar mengajar anak-anak selama bulan Februari hingga Juni, serta ucapan terima kasih kepada semua petugas liturgi. Dan kepada anak-anak yang telah menerima komuni pertama, semoga makin dewasa, rajin ekaristi, bisa srawung lintas iman dan cinta lingkungan hidup.

Tuhan memberkati kita.


Liputan bersama Immaculata Is

Clementine Roesiani

Penulis, editor, dan mantan wartawan.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *