Natal di Maguwo: Hendaklah Damai Kristus Memerintah dalam Hatimu

[dropcap]K[/dropcap]OMSOS-GMK. Natal merupakan merupakan hari yang dinantikan banyak umat kristiani oleh karena kehadiran Yesus Kristus di tengah- tengah umat.  Pada saat itu rutinitas bekerja dan sekolah rehat sejenak dan umat secara khusus berkumpul bersama keluarga tercinta.

“Hendaklah Damai Kristus Memerintah dalam Hatimu ”. Itulah salah satu kutipan kitab suci yang diusung menjadi tema Perayaan Ekaristi Malam Natal 2018, di Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo yang dimulai pada pukul 18.00. Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Romo Paulus Bambang Iriawan, SJ, dan dihadiri sekitar  1500 umat.  Romo Bambang dalam homilinya menyampaikan  bahwa kita semestinya bergembira seperti halnya mazmur yang dinyanyikan “Hendaklah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai di hadapan wajah Tuhan, karena Ia sudah datang”. Yesus memang sudah datang, tetapi yang sering dipertanyakan kemudian adalah Yesus datangnya kemana? Yang sering dipertanyakan itu di kandang atau gua. Seringkali kandang dan gua diperdebatkan.

Di dalam injil Lukas tidak di jelaskan. Namun Lukas menggunakan kata Yunani yaitu “Luma”, namun artinya bukan gua atau pun kandang namun sebuah ruangan. Dalam Injil Lukas, kata Luma digunakan dua kali yaitu ketika Yesus lahir dan  ketika Yesus melaksanakan perjamuan ekaristi. Dan ini dipilih karena ada maksud tertentu. Yesus lahir di ruangan yang dekat dengan ruang utama. Yesus hadir bersama keluarga besarnya di kataluma. Yesus tidak sendirian, namun hadir bersama keluarganya yang membantu, sehingga bisa dilahirkan dalam palungan. Jadi Yesus hadir bersama dengan komunitasnya, namun ada yg membedakan. Bagi keluarga besar, Yesus hanya anak Maria. Bagi keluarga, itu hanya peristiwa kelahiran biasa. Yesus tidak diterima oleh keluarga-Nya sendiri, seperti pernah dikatakan dalam kitab suci  “Seorang nabi tidak akan diterima di tempat-Nya sendiri”.  Yesus tidak diterima sebagai seorang Mesias namun hanya sebagai keluarga biasa, yang membedakan dengan para gembala yang mendapatkan penampakan melihat Yesus secara lain.

Dalam perayaan Natal, PIA turut memeriahkan perayaan malam natal dengan mempersembahkan 3 buah lagu yaitu “Hadiah Nikolas” “Sukacita Bagi Dunia”  dan “Feliz Navidad”. Kemudian  Romo Bambang  pada akhir khotbahnya menegaskan bahwa kita membaca pada Injil bahwa Allah hadir dalam hidup kita, yang tampaknya biasa seperti peristiwa kelahiran. Tetapi yang dari biasa itu kita bisa menangkap sesuatu yang luar biasa. Kemudian pada saat penerimaan berkat bagi anak-anak, ada 2 Santa Claus yang memberikan parcel bagi anak-anak yang menerima berkat. Seusai perayaan malam natal ini semua umat saling bersalaman sembari mengucapkan selamat Natal.

 

Catatan: Liputan dan foto oleh Monica

Monica Aurelia

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *