Rekoleksi Prodiakon Paroki Kalasan Berlangsung Sukses

KOMSOS-GMMK. Pada hari Minggu, 17 September 2023 Dewan Pastoral Paroki Maria Marganingsih mengadakan rekoleksi yang diperuntukkan bagi para prodiakon se paroki paroki Maria Marganingsih Kalasan. Rekoleksi ini mengusung tema “Ekaristi dan Praktiknya yang baik dan benar” dengan menghadirkan Rm. Antonius Hendri Atmoko, Pr. sebagai nara sumber. Rekoleksi yang mengambil lokasi di rumah makan Bu Endar Baron Gunung Kidul ini diikuti oleh 106 prodiakon.

Acara rekoleksi dimulai pukul 10.15 dan dipandu oleh Felix Sukardi. Sementara itu, dalam kata sambutannya, Robertus Gunarso selaku ketua panitia menyebutkan bahwa acara rekoleksi ini bertujuan untuk menambah wawasan bagi para prodiakon akan tugas-tugas utama prodiakon serta untuk menyamakan persepsi menyangkut tugas prodiakon, baik saat bertugas di gereja maupun di lingkungan. Selain itu, lelaki yang lebih akrab dipanggil Pak Gunarso ini juga menyebutkan bahwa rekoleksi ini juga bertujuan untuk mengakrapkan sesama prodiakon separoki.

Acara rekoleksi berupa pembekalan bagi prodiakon disampaikan oleh Rm. Antonius Hendri Atmoko, Pr. Romo yang kini bertugas sebagai romo vikaris di Paroki St. Yusuf Bandung Wonosari ini juga mengingatkan kepada peserta rekoleksi bahwa menjadi prodiakon adalah sebuah pangilan dan tugas yang mulia.

Para prodiakon juga diharapkan mampu menghidupi semangat Bunda Maria sebagaimana ungkapan terkenal dari Bunda Maria yakni “Aku ini hamba Tuhan. Terjadilah kepadaku seturut kehendakMu.”

“Liturgi itu harus membawa orang kepada yang ilahi, bukan untuk berkelahi,” ungkap Romo Hendri.

Romo yang kini juga bertugas di komisi liturgi Keuskupan Agung Semarang ini juga menegaskan bahwa semua prodiakon mendapatkan SK langsung dari Bapa Uskup. Sementera itu dalam kesempatan tanya jawab, pertanyaan dari prodiakon sudah ditulis sebelumnya, lalu dibacakan dan kemudian dijawab langsung oleh Romo Hendri.

Salah satu pertanyaan yang menarik adalah dari Benedictus Gunawan. Dia menanyakan apakah  prodiakon boleh konselebrasi dalam memimpin ibadat di lingkungan. Romo Hendri memberi jawaban bahwa para prodiakon tidak diperkenankan konselebrasi dalam ibadat dengan prodiakon lain dengan mengenakan alba. Ditegaskan oleh Romo Hendri bahwa konselebrasi hanya boleh dilakukan oleh mereka yang tertahbis. Sejatinya, konselebrasi secara sederhana berarti semua bertugas sebagai pemimpin.

Pelaksanaan rekoleksi ini memberi kesan positif kepada para prodiakon. Sebagian besar mengungkapkan rasa senangnya dengan acara rekoleksi ini karena  kegiatan rekoleksi seperti ini baru pertama kali dilaksanakan di luar paroki dan dilanjutkan acara wisata bersama ke pantai. Dengan demikian, tujuan kegiatan ini juga tercapai yakni dalam rangka penyegaran prodiakon paroki yang berkaitan dengan tugas-tugas dan tanggung jawab saat bertugas di paroki dan lingkungan.

Sementera itu diwawancarai KOMSOS, Lucia Misa Indrawati, prodiakon yang berasal dari Lingkungan Sacra Familia, Kalasan Barat, menyebutkan bahwa kegiatan rekoleksi ini sangat bermanfaat.

“Sangat bermanfaat untuk bekal pelayanan, baik pelayanan di gereja maupun di lingkungan tentu dengan cara pelayanan yang benar. Narasumbernya juga sangat semangat , humble dan  menyenangkan. Romo berkenan menjawab setiap pertanyaan dengan baik dan lugas,” ujar perempuan ramah yang lebih akrab dipanggil Bu Misa ini.

Kesan serupa disampaikan oleh Theodora Ernie Susilowati.  Para  prodiakon paroki  merasa senang bisa belajar bersama dengan Romo Hendri yakni bagaimana prodiakon bisa memberikan hati untuk mencintai  dan mengulurkan tangan untuk melayani.

“Rekoleksinya Mantap. Kebersamaan kami di dalam bis penuh kegembiraan. Kami merasakan ada keakraban, dan kekompakan. Sepulang dari rekoleksi, banyak prodiakon bertanya ke panitia kapan diadakan  sesi rekoleksi seperti ini  lagi,” ujar prodiakon  dari Lingk. Fransiskus Xaverius. Gendingsari, Wil. Petrus Damianus, Kalasan Timur ini.

Kesan dari para prodiakon ini sepertinya diamini oleh Robertus Gunarso, ketua panitia  rekoleksi.

“Rekoleksi kali ini ditanggapi dengan sangat antusias oleh anggota prodiakon. Apalagi sejak pandemi kita sangat terbatas untuk bisa bertatap muka sesama Prodiakon,” ujar pak Gunarso.

Robertus Gunarso juga menambahkan bahwa materi yang disampaikan Romo Hendri juga sangat inspiratif dan mudah dipahami dan menyangkut hal-hal praktis yang akan dilakukan dalam tugas-tugas pelayanan.

“Kita syukuri kebersamaan dan proses belajar bersama ini. Semoga rekoleksi ini semakin menyemangati semua Prodiakon  dalam pelayanan demi kemuliaan Tuhan. Kita berharap akan ada pembelajaran selanjutnya,” ujar Robertus Gunarso mengakhiri wawancaranya dengan KOMSOS.

 

Liputan: Gus Nanang, foto dari Gus Nanang dan Lucia Misa Indrawati.

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *