Misa Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 TK dan SD Kanisius Totogan

[dropcap]K[/dropcap]OMSOS-GMK. Ada hal yang menarik pada hari Sabtu pagi tanggal 5 Januari 2019 di Gereja Paroki Administratif Tyas Dalem Gusti Yesus. Hal yang menarik itu adalah anak-anak dari TK dan SD Kanisius Totogan merayakan Natal dan tahun baru 2019.

Diiringi paduan suara yang indah dari anak-anak, lagu Gloria In Excelsis Deo menjadi pembuka perarakan masuk.

Misa perayaan Natal dan tahun baru 2019 ini dipimpin oleh Romo Lambertus Issri Purnomo Murtantyo, Pr.

Dalam homilinya Romo Issri menyampaikan bahwa Natal adalah pesta kebahagiaan. Kelahiran Yesus membawa sukacita. Pesta kelahirannya kita rayakan sebagai kabar gembira di tengah dunia. Di dalamnya kita merayakan persekutuan dengan Tuhan yang datang menyapa dan memberi arti bagi hidup kita. Natal juga momen pertumbuhan iman, yang tidak boleh berhenti hanya pada tanggal 25 Desember.
Tema pokok Natal adalah cinta kasih. Kelahiran Kristus adalah bentuk nyata kasih Allah pada umat manusia. Kelahirannya adalah kado terindah bagi umat manusia.

“Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu : Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Lukas 2 : 11-12

Natal sendiri wajib disampaikan pada seluruh dunia. KelahiranNya adalah Sabda yang telah menjadi manusia. Tuhan sungguh mencintai kita. Karena hubungan relasi yang demikian dekat itu maka kita menyebut Allah dengan sebutan Bapa. Dalam khasanah kehidupan orang Yahudi, Bapa itu punya makna mengayomi. Allah seperti orangtua yang memperhatikan anak-anaknya. Siapa yang percaya Tuhan, maka dapat merayakannya Natal.
Lebih lanjut Romo Issri menjelaskan bahwa ada penekanan tertentu tentang makna Natal. Yesus lahir di dunia tidak hanya pada hari Natal saja, tapi juga pada saat sekarang ini. Itu sebabnya berangkat ke gereja harus dengan hati yang dipenuhi sukacita, karena menjadi murid-murid Yesus haruslah bergembira. Datang ke gereja sama artinya kita bersama dengan Yesus. Kita harus bersukacita karena bertemu Yesus.


Romo Issri juga bertanya pada anak-anak, siapa yang menerima komuni “bathuk” ? Romo Issri berpesan bahwa komuni “bathuk” bukan bagian dari liturgi. Komuni “bathuk” adalah kekhasan Imam yang diberikan di dahi anak-anak oleh Romo. Ini hanya ada di sini. Di luar negeri tidak ada. Jadi bukan merupakan berkat. Pada saat Imam menyelesaikan ekaristi, maka Imam memberikan berkat penuh pada seluruh umat yang hadir, termasuk anak-anak. Demikian Romo Issri mengakhiri homilinya.

Tak lupa setelah rangkaian ekaristi berakhir, Tri Utami, sebagai Kepala Sekolah menyampaikan ucapan terima kasih kepada kelompok koor, putra altar, dan organis, serta yang terlibat di dalamnya. Juga ucapan terima kasih kepada orangtua murid atas kerja samanya untuk perkembangan sekolah. Damai Natal selalu bersama kita !

Sebelum acara usai, semua yang hadir dihibur oleh penampilan dance oleh anak-anak SD Kanisius Totogan. Dance ini pernah meraih Juara I yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Siloam, Yogyakarta.

Clementine Roesiani

Penulis, editor, dan mantan wartawan.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *