Kesan-kesan Asian Youth Day ke-7 2017: Kebersamaan yang Menghadirkan Wajah Kristus di Dunia

Perhelatan akbar Asian Youth Day ke-7 2017 yang diikuti oleh 942 pemuda Katolik dari 22 negara di Asia ditutup dengan perayaan ekaristi konselebrasi yang dilaksanakan di lapangan Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta. Menurut penuturan Christina Endang Wijayanti, salah satu panitia yang bertugas sebagai Liason Officer, umat yang hadir pada perayaan ekaristi ini diperkiraan mencapai 19.000 dan kebanyakan dipenuhi oleh kaum muda termasuk para delegasi negara-negara Asia. Perayaan ekaristi ini sungguh semarak karena dipimpin langsung oleh Kardinal Oswald Gracias, Presiden Federasi Konferensi-konferensi Waligereja Asia (FABC), dihadiri oleh 65 uskup dan 150 imam dan juga didukung oleh koor gabungan dari kevikepan DIY, kevikepan Kedu dan juga dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Magelang, berjumlah 664 orang.

Kardinal Oswald Gracias, Presiden Federasi Konferensi-konferensi Waligereja Asia (FABC)

“You come here to meet other youth from other countries, but more importantly to meet Jesus. So bring Jesus back to your country,” pesan Kardinal pada awal perayaan ekaristi.

Sesudah perayaan ekaristi diselenggarakan seremoni penutupan AYD ke-7 2017 yang dihadiri oleh gubernur DIY, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menpora Imam Nahrawi serta Menteri ESDM Ignasius Jonan. Dalam sambutannya, JK mengapresiasi pertemuan pemuda Katolik se-Asia ke-7 ini. Dia berharap selepas para peserta pulang ke negara masing-masing, mereka bisa menyampaikan kesan yang baik tentang Indonesia.

OMK dan umat Kalasan duduk di sisi Timur lokasi misa

Misa Penutupan Asian Youth Day 2017 meninggalkan banyak kesan mendalam, tidak saja bagi kaum muda tetapi juga kaum sepuh, tidak saja dari Indonesia tetapi dari luar Indonesia, tidak saja dari Pulau Jawa tetapi juga dari Papua.

Berikut beberapa kesan yang sempat dicatat untuk dibagikan sebagai sharing semangat dan kepedulian bagi masa depan Gereja Allah:

Ignatius Mujiman dari Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran menuliskan, “Sangat kagum atas berkumpulnya kaum muda se-Asia ini untuk membentuk harmoni bagi kaum muda Katholik se-Asia. Semoga hasil dari pertemuan ini dapat menambah wawasan anak muda Katholik se-Asia.”

Orang Muda Katholik dari Jepang Luke menyampaikan kegembiraannya,”There are so many people to celebrate the mass. And I feel unity with them. I am so happy.”Seperti halnya Justin dari Macau,”I saw many people that come from many countries. This is the most impressed moment that I have ever seen in my life.”

Dua orang muda dari India, Nadine dan Carmelina, menuturkan, “We are overhelmed by the number of people who have joint us for this closing mass of AYD 2017 and that you all for your love, care and concern for us. We trully had a ‘joyous’ experience. Thank you Indonesia!’ Juga Dae Hyeon dari South Korea begitu terkesan,”Good and surprise. Special event!” Bernadette dari Diocese Dili berkata,”I feel so lucky.”

Rm Budi, Rm Wignya, Rm Merdi berada di barisan perarakan para romo dan uskup. Tampak pula uskup Mgr. Robertus Rubiyatmoko Pr.

Berkat juga dimohonkan oleh Fr.Robin Ray dari Nepal,” AYD Closing Mass is really a gracefilled experience. May all Asian Youth be blessed. Ever.’

Ruth Selma S.C. dari Paroki Medari memuji, “Puji Tuhan. Sangat senang ikut AYD. Bisa bertemu teman-teman dari paroki lain dan negara lain. Dengan AYD semakin terpanggil untuk melayani Tuhan’

Theodorus Bima H.S. dari Lingkungan St.Fransiscus Xaverius,Wilayah St.Lukas melihat dari sisi yang lain,”Sebuah pengalaman berharga mengikuti AYD 2017, yang mungkin akan saya rasakan sekali seumur hidup.” Begitu juga Fransisca Tri R. dari Lingkungan St.Bernadette, Wilayah St.Theodosius,”Senang mengikuti AYD. Dapat bertemu teman-teman. Semoga kapan-kapan bisa mengikuti AYD lagi.”

Solo Gabai dari Papua sudah menanti AYD berikutnya,”Ini selalu yang dirindukan. Untuk menemukan gambaran wajah Kristus. Ko tra kosong.”

Gabriela Dea W. dari Lingkungan St. Ignatius Loyola, Wilayah St.Theodosius menuliskan suasana hatinya, “Bahagia bisa dapat kesempatan ini jadi bisa ikut kumpul sama saudara seiman,yey!”

Kevin Arya B. dari Lingkungan St. Fransiscus Xaverius, Wilayah St.Lukas merasa, “Sangat senang karena dapat pengalaman berharga. Sangat bersyukur karena bisa tahu dan mengenal berbagai kultur budata se-Asia.”

Wajah-wajah kaum muda Asia

Ketika dimintai komentarnya tentang kesan yang paling mendalam, Rm Wignya yang dikenal sebagai sosok yang energik ini memberi tanggapan. “Yang paling mengesankan adalah kebersaman di antara anak muda se Asia. Di antara anak muda sungguh bisa saling mendukung dan tentu ini menjadi kesempatan bagi kaum muda untuk mau dipanggil, diutus dan berkarya.”

Perhelatan Asian Youth Day 2017 memang secara resmi sudah ditutup dengan perayaan ekaristi yang sangat meriah, ringkas dan sedemikian tertib. Tetapi gema Asian Youth Day 2017 sejatinya baru dimulai. Gerakan hebat ini sangat pantas untuk diapresiasi. Sebuah kesempatan yang hebat dan luar biasa untuk dapat menemukan gambaran wajah Kristus yang aktual dalam hidup menggereja.

Beberapa kesan di atas hanya merupakan bagian yang sangat kecil dari peserta yang hadir, tetapi merupakan ungkapan kegembiraan yang integral dari keseluruhan penyelenggaran Asian Youth Day 2017.

Keberpihakan kepada kaum muda adalah sebuah keniscayaan bagi pertumbuhan dan perkembangan Gereja Allah. Santo Bapa Yohanes Paulus II memberikan pesan yang mendalam bagi kaum muda, “The youth, bring the difference and hope in life through what you see, experience and touch.”

Bahwa Gereja hadir di dunia adalah untuk memberikan pembeda dan harapan dalam kehidupan melalui pemahaman atas apa yang dilihat, dialami dan disentuh.

*Kontributor: Adrian Diarto. Ketua Lingkungan Santo Yustinus, photos by Yusup & Adrian.

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *