Vigili Natal: Lakukanlah Perbuatan-perbuatan Kecil Menuju Kekudusan

Perayaan Misa Malam Natal di gereja Maria Marganingsih Kalasan dimulai pada pukul 20:30 dan dipimpin romo vikep Yogyakarta yakni Rm Adrianus Maradiyo, Pr. dan didukung oleh paduan suara dari Wilayah St. Theodosius.

Dalam kotbahnya Rm Maradiyo mengingatkan kita semua tentang hakekat natal. Hakekat natal bukanlah tentang perayaan ritual semata.  Natal sejatinya mengajak kita untuk merenungkan hakekat  sejati dari natal yakni bahwa kita semua diajak untuk mensyukuri kasih Allah yang begitu besar kepada kita.

Allah mengutus putraNya ke dunia supaya manusia yang hidup dalam dosa bisa ditebusnya. Jangan sampai natal dimaknai secara salah sebagaimana himbauan dari Bapa Paus Fransiskus. Paus mengajak kita untuk berhati-hati terhadap gaya hidup materalistis dan konsumeris yang akan mengaburkan bahkan menutupi hakekat natal.  Allah Putra mau bersahabat dengan kita. Oleh karena itu, kita pun diajak untuk mau menjadi sahabat bagi semua orang sebagaimana tema natal tahun ini “Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang”. Persahabatan dengan Allah semestinya bisa mengubah kita menjadi manusia yang dikuduskan. 

“Meskipun kita sering “kekeceh ing dosa” (tenggelam dalam dosa), namun Allah tetap mau bersahabat dengan kita, orang-orang yang berdosa ini,” ucap Rm Maradiyo.

Kita perlu senantiasa memperjuangkan kekudusan sebagaimana yang pernah disampaikan Bapa Paus dalam anjuran apostolik Gaudete Et Exsultate (bersukacitalah dan bergembiralah) yakni dengan melakukan perbuatan-perbuatan kecil menuju kekudusan. Itulah yang namanya menjalin persahabatan dengan Allah.

Rm Maradiyo lalu mengajak kita semua untuk terus membangun persahabatan dengan Allah yang pada akhirnya bisa mengubah hidup kita. Itulah manusia-manusia natal yakni manusia yang mau diubah menuju kekudusan

“Semoga natal menyadarkan kita untuk terus  menjadi orang Katolik yang berdaya ubah (transformatif) di tengah-tengah keluarga, komunitas, masyarakat dan di mana saja kita diutus,” tutur Rm Maradiyo menutup kotbahnya.

Sebelum berkat penutup, Bernardus Purnama mewakili Dewan Paroki Kalasan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berperan dalam mempersiapkan perayaan natal di gereja Maria Marganingsih Kalasan tahun 2019 ini.  Sementara itu, Rm Maradiyo juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan yang luar biasa dari umat Kalasan selama ibu kandungnya dirawat di RS Panti Rini sampai meninggalnya dan memuncak pada misa requiem yang dipimpin oleh Mgr Robertus Rubiyatmoko.

“Terima kasih kepada umat Kalasan. Saya mempunyai banyak sahabat di Kalasan yang membantu saya,” ucap Rm Maradiyo.

Catatan: Foto oleh Pipit, Nanang, Fico.

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *