Prodiakon Bersama Keluarga Membangun Spiritualitas St. Stefanus

KOMSOS-GMMK.  Kurang lebih 100 peserta hadir pada pertemuan diakon bersama keluarga, bertempat di wisma Yosoputro Cupuwatu, Kalasan pada hari  Kamis, 27 Desember 2019. Pertemuan yang  mengusung tema “Membangun Spiritualitas Prodiakon Bersama Keluarga” ini dilaksanakan dalam rangka peringatan hari raya Santo Stefanus. Dalam kata sambutannya, R.Gunarso selaku ketua panitia menyebutkan bahwa pertemuan ini diharapkan membawa kembali semangat spiritualitas Santo Stefanus sebagai santo pelindung para prodiakon.  Pertemuan ini juga dihadiri Bernardus Purnama yang mewakili Dewan Pastoral Gereja Maria Marganingsih Kalasan.

Acara yang dipandu dengan apik oleh Felix Sukardi berlangsung sangat meriah, segar dan diwanai gelak tawa. Acara diawali dengan hiburan musik, sedangkan renungan utama disampaikan oleh Rm Robertus Hardiyanto, Pr. Acara yang tak kalah menarik adalah sharing pengalaman dari beberapa prodiakon ketika menjalani panggilan sebagai prodiakon.

Dalam sesi renungan, Rm Hardiyanto menegaskan bahwa spiritualitas dasar orang Katolik adalah keluarga karena Yesus sendiri hadir di tengah-tengah keluarga. Rm Hardi juga menyampaikan bahwa Komisi keluarga (Komkel) KAS sudah mencanangkan program waktu suci agar setiap keluarga mempunyai waktu untuk berdoa bersama. Ini menjadi gerakan awal untuk membangun spiritualias hidup rohani yang kuat karena dari keluarga-keluarga itulah muncul benih-benih panggilan.

Berkaitan dengan panggilan menjadi prodiakon, Rm Hardi mengutip apa yang pernah dikatakan oleh St Theresa dari Calcuta “Buah dari firman adalah doa. Buah dari doa adalah iman. Buah dari iman adalah pelayanan. Buah dari pelayanan adalah sukacita.” Ciri khas dari murid Yesus adalah kegembiraan atau suka cita. Menjadi prodiakon pun perlu dimaknai sebagai sebuah panggilan untuk melayani dengan penuh suka cita karena imannya hidup. Perlu juga dipahami bahwa panggilan itu bukanlah kemauan kita sendiri namun terang Roh Kudus lah yang berperan.  

“Berbahagailah dan bersyukurlah ketika Anda terpanggil menjadi prodiakon karena Anda sebenarnya diberi kehormatan. Anda semua diberi kesempatan untuk bisa hidup lebih baik di dalam keluarga dan di dalam relasi dengan banyak orang,” tutur Rm Hardiyanto.

Di akhir sesi renungan, Rm Hardiyanto juga mengingatkan para prodiakon agar bisa menggunakan kesempatan melayani sebagai prodiakon bukan untuk mencari ketenaran diri  namun untuk memuliakan Tuhan.  Hal lain yang ditegaskan oleh Rm Hardiyanto adalah bahwa pelayanan yang benar di dalam gereja semestinya mendapatkan dukungan dari keluarga.

Semoga para prodiakon semakin mampu meneladani semangat St. Stefanus  agar dapat melayani umat dengan lebih baik dan penuh sukacita demi kemuliaan Tuhan yang maha tinggi.

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *