037 Lingk St Elisabeth:  Misa lingkungan – Pelayanan adalah Jalan Kekudusan

Sebanyak 35 umat lingkungan St Elisabeth Perum Griya Dharma Asri 1, Wilayah Kalasan Timur, menghadiri misa lingkungan pada hari Selasa, 28 Mei 2024, bertempat di balai RT 08. Misa lingkungan kali ini dipimpin oleh Rm Antonius Dadang Hermawan, Pr. Menurut penuturan Christina Dwi Eni Budiningsih yang menjabat sebagai ketua lingkungan St Elisabeth, umat sangat antusias menyambut misa lingkungan ini dan mencoba mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Jumlah KK yang hadir saat misa pun mencapai 75% dari total KK yang ada di lingkungan St Elisabeth.

Berdasarkan usulan dari Archadius Hartono (Sekretaris Lingkungan) saat rapat persiapan, sejak 4 hari sebelum hari H pelaksanaan misa lingkungan, umat sudah memulai persiapan dengan melakukan kerjabakti dengan mengecat tembok dan menambal beberapa lubang di lantai balai RT 08. Tak kalah semangatnya, OMK juga mempersiapkan banner khusus sebagai latar altar perayaan misa lingkungan. Sementara pada hari H, ibu-ibu mempersiapkan altar dengan hiasan altar yang dikemas dengan menggunakan buah-buahan dan sayuran sehingga bisa dimanfaatkan sesudah perayaan misa lingkungan usai.

Dalam kotbahnya, Romo Dadang mengungkapkan rasa bahagianya karena melihat keseriusan umat lingk. St Elisabeth dalam mempersiapkan misa lingkungan ini. Sementara itu, ketika memulai kotbahnya, romo Dadang mengajukan sebuah pertanyaan menggelitik “Apakah bapak/ibu pernah merenung, apa manfaat yang diperoleh bapak/ibu ketika melakukan pelayanan di gereja?” Pertanyaan ini barangkali muncul karena seringkali banyak umat yang tidak percaya dengan pelayanan kita padahal kita sudah berlelah-lelah melayani umat.Di sisi lain, pelayanan di gereja malah kadangkala dijadikan pelarian dari tugas-tugas utama di keluarga. Tentu hal ini juga perlu diluruskan.

“Kalau kita selalu memperhitungan untung rugi ketika menjalin relasi dengan Tuhan dan dalam konteks pelayanan kita, itu artinya hubungan kita bersifat transaksional – selayaknya hubungan bisnis. Injil hari ini mengajak kita untuk mengikuti Yesus tanpa memperhitungkan untung rugi,”ujar Romo yang berasal dari paroki Delanggu ini.

Pelayanan di gereja semestinya dilakukan dengan tulus hati atau ikhlas dan tidak perlu memikirkan untung dan rugi. Pelayanan di gereja seharusnya dimaknai juga sebagai jalan menuju kekudusan. Karena mengikuti Yesus pasti akan mendapatkan keuntungan yakni jaminan hidup abadi di Surga sebagaimana dijanjikan oleh Yesus sendiri.

“Pelayanan yang kita lakukan harus menuju pada kekudusan. Kita melakukan pelayanan ini dan itu agar hidup kita makin kudus,” tegas Romo Dadang.

Sesudah misa lingkungan usai, umat kemudian menikmati sajian semangkok bakso sembari saling menyapa dan berbincang santai.  Dalam momen ini, tentu yang terpenting bukanlah apa yang dimakan, namun suasana keguyuban dan keakraban yang tercipta antarumat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sarasehan. Kurang lebih selama 1 jam acara sarasehan berlangsung. Umat dengan antuasias menanyakan beberapa hal seputar progress pembangunan gereja, layanan liturgis gereja, jadwal misa dll. Romo Dadang pun tampak dengan taktis dan detil menjawab semua pertanyaan dari umat, dibumbui gaya bicara yang “nyantai” dan jokes di sana sini.

“Saya memang tidak menghendaki adanya romo tamu seperti dulu. Karena pelayanan kepada seluruh umat di paroki Maria Marganingsih Kalasan sepenuhnya menjadi tanggungjawab saya, dibantu 2 romo yang lain, dan kami bisa melaksanakannya,” tegas Romo Dadang ketika menjelaskan pelayanan misa di beberapa gereja di Kalasan.

Umat pun menjadi kian paham bagaimana visi dan misi romo paroki dalam kaitannya dengan layanan yang diberikan kepada umat se-paroki Maria Marganingsih Kalasan. Tentu saja pada gilirannya semua umat diharapkan terus mendukung setiap kebijakan dan program kerja yang dijalankan paroki. Ini sejalan dengan apa yang diungkapkan Christina Dwi Eni Budiningsih.

“Merasa gamblang dan mendapat pencerahan. Oh ternyata seperti ini programnya Romo dalam melayani umat. Baik program misa lingkungan maupun program misa mingguan,” ungkap ketua lingkungan yang saat ini bekerja di RSUD Sleman ini.

Dengan penjelasan dari romo ini, ia berharap umat menjadi kian bersemangat mendukung program gereja dan berharap segenap umat juga “nyengkuyung” program-program gereja yang telah ditetapkan. Satu pesan yang layak dicatat adalah bahwa umat diajak untuk terus melayani dengan tulus hati dan memaknainya sebagai jalan menuju kekudusan.

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *