Sosialiasi Kesehatan Reproduksi, HIV dan Napza bagi Kaum Muda

Komsos-GMK. Hari  Minggu 20 Agustus 2017 ketika jarum pendek sudah bergerak perlahan meninggalkan angka 10, tampak puluhan sepeda motor terparkir di sekitar gedung GMK. Rupanya pada hari itu ada tiga acara sekaligus yakni pembekalan BKSN yang bertempat di dalam gereja, latihan perdana PA 2017 yang mengambil tempat di gedung belakang gereja dan yang terakhir adalah Sosialisasi Kesehatan Reproduksi, HIV dan Napza bagi kaum muda yang bertempat di pendowo GMK. Sosialisasi ini mengusung tema “Perilaku  adalah Masa Depanmu” dengan menghadirkan nara sumber dr Rini Arianti SpKj, seorang dokter ahli penyakit jiwa dari Rumah Sakit Panti Rapih. Acara ini merupakan hasil kerja dari bidang Pelayanan dan kemasyarakatan khususnya tim kesehatan dengan koordinaor Elizabeth Siwi Walyani.

Grasinta Laras Aji dengan piawai menjadi MC acara ini

Menurut penuturan Grasinta Laras Aji yang saat itu bertugas sebagai MC acara, sekitar 60-an kaum muda yang berasal dari rayon tengah hadir pada acara sosialisasi ini. Rayon tengah terdiri dari wilayah Damianus, wilayah Yohanes Paulus 2, wilayah Agatha, wilayah Manisrenggo, wilayah Theodosius serta ditambah siswa-siswi SMP Panca Pana. Acara berlangsung  dengan lancar dengan dipandu secara apik oleh MC Grasinta Laras Aji dengan moderator  Fredeswinda Woro Utami.

F.X. Supriharsono, Ketua Bidang Pelayanan dan Kemasyarakatan, memimpin doa pembukaan acara.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu “Bangunlah Pemuda Pemudi” yang dimaksudkan untuk mengajak kaum muda agar bergerak membangun negeri dan membentengi dari segala hal negatif yang bisa merusak karakter bangsa. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh F.X. Supriharsono selaku Ketua Bidang Pelayanan dan Kemasyarakatan. Acara kemudian dilanjutkan sesi presentasi dari dr Rini Arianti SpKj. Selama kurang lebih 1 jam, dr Rini memaparkan secara detil tentang kesehatan reproduksi, HIV dan Napza dan sungguh meminta kaum muda untuk tidak mencoba menyentuh berbagai macam jenis napza yang membayakan. Dia juga berharap kaum muda mau mengembangkan perilaku hidup sehat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Rm Wignya sedang memberi kata sambutan

Dalam acara sosialasi ini Rm. Ambrosius Wagiman Wignyasumantara Pr juga hadir dan memberi kata sambutan. Rm Wignya mengaturkan terima kasih kepada bidang pelayanan dan kemasyarakatan khususnya tim kesehatan dan panitia serta semua kaum muda yang hadir.  Romo mengingatkan bahwa pendidik yang utama dan pertama adalah orangtua, sedangkan gereja dan sekolah hanya membantu orangtua dalam pendidikan. Oleh karena itu dibutuhkan sinergi agar anak-anak dan kaum muda bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik dan terhindar dari hal-hal negatif.

Dalam wawancara dengan komsos GMK di sela-sela acara, Rm Wignya menegaskan bahwa anak-anak diharapkan bisa “melek” terhadap kesehatan reproduksi, HIV dan  napza. Mereka diharapkan tahu persis dan tidak buta serta tidak mudah terkontaminasi dengan hal-hal negatif.  Dengan demikian mereka bisa mengambil sikap dan memilih yang baik. Intinya mereka bisa menjadi kian dewasa dalam mensikapi bahaya yang menghadang karena tantangan yang ada sekarag begitu banyak.

Oleh karena itu kita harus menempa diri dan membetengi diri maka sosialisasi seperti ini sangatlah penting. Inilah peran gereja di dalam membekali kaum muda agar mereka bisa berkiprah demi negara, bangsa dan gereja.

Dalam kesempatan wawancara dengan komsos-GMK, F.X Supriharsono menjelaskan secara detil maksud dan tujuan diselenggarakannya sosialisasi ini.Tujuan dari acara ini adalah untuk memberikan pendampingan bagi kaum muda agar mereka bisa menentukan tujuan hidupnya dengan benar. Kaum muda bisa memilih dan memutuskan dan akhirnya keputusan yang mereka ambil tepat dan mendapatkan jalan hidup yang benar dan bisa mencapai cita-citanya. Kaum muda bisa bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang penuh agar menjadi berkat dan kian menjadi “marganingsih” sesuai dengan cita-cita paroki.  Dengan kata lain, mereka bisa menjadi alat, sarana dan jalan kasih Tuhan agar mereka menjadi sumber berkat. Maka siapapun harus bersinergi untuk mendukung dan mendampingi agar kaum muda mau hidup dalam jalan kebenaran dan hidup yakni bertumpu pada Yesus Kristus sendiri.

dr Rini Arianti SpKj sedang memberikan presentasi, dipandu Fredeswinda Woro Utami sebagai moderator.

Meski meyakini bahwa acara seperti ini sangat berguna namun F.X Supriharsono sedikit prihatin dengan animo peserta. Dirasakan bahwa jumlah peserta yang hadir masih kurang. Ini bisa disebabkan oleh kurangnya kesadaran orangtua untuk mendorong anak-anak mereka untuk terlibat karena secara umum memang kesadaran untuk belajar memang masih kurang. Sejatinya kita belum menjadi masyarakat pembelajar yang mau belajar dengan cara memperkaya pengetahuan dan informasi. Sebenarnya dengan acara semacam ini kaum muda diharapkan menjadi manusia yang utuh dan multidimensional. Tumbuh kembang anak mesti multidimentional apalagi tantangan zaman kini semakin besar.

“Gereja harus berperan dalam permasalahan seperti ini dan oleh karena itu bidang pelayanan dan kemasyarakan melaksanakan kegiatan positif ini. Anak-anak dan kaum muda GMK diharapkan menjadi sumber kekuatan di masyarakat, nusa bangsa serta gereja di masa depan,” tegas F.X Supriharsono.

Elizabeth Siwi Walyani, koordinator acara, bersama panitia yang lain

Sementara itu Elizabeth Siwi Walyani selaku penanggungjawab tim kesehatan mengatakan bahwa jumlah panitia yang terlibat mencapai 10 orang dan acara sosialisasi ini  merupakan edisi pamungkas karena acara serupa sudah dilakukan sebelumnya yakni di stasi Macaman dan Maguwa. Agenda selanjutnya adalah memberikan sosialisasi serupa kepada keluarga-keluarga muda yang membutuhkan pendampingan terutama dalam mendidik putra-putri mereka yang masih kecil.

 

“Untuk kaum muda semuanya, tinggalkan jejak di bumi ini. Jejak yang baik. Kalian harus meninggalkan jejak kalian dan bukan jejak yang diberikan orang lain pada kalian.” (Paus Fransiscus)

 

 

 

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *