KOMSOS GMK: Menghadirkan Wajah Gereja melalui Web dan Sosmed

KOMSOS-GMK. Minggu, 3 February 2018, KOMSOS Gereja Marganingsih Kalasan mengadakan pertemuan di ruang pertemuan pastoran. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Paulus Sriyanto selalu kepala bidang pewartaan dan evangelisasi yang membawahi tim kerja komsos. Sementara dari tim litbang diwakili oleh Juanita Joesoef (ketua bidang litbang) dan Christopher Sutanto Prabowo (timja pengembangan litbang). Pertemuan ini menjadi terasa spesial karena dihadiri pula oleh Rm Antonius Dadang Hermawan, Pr, romo kepala paroki Gereja Marganingsih Kalasan.

Agenda acara dibagi menjadi dua yakni pemaparan oleh Yusup Priyasudiarja selaku penggiat Komsos GMK dan pelatihan SEO yang disampaikan Christopher Sutanto Prabowo selaku penangung jawab pengembangan web paroki.

Dengan menggunakan banyak ilustrasi gambar yang diambil dari berbagai liputan di website paroki Kalasan yakni www.gerejakalasan.org, lelaki yang kini aktif sebagai pengurus inti KPKDG (Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias) dan berasal dari lingkungan St Elisabeth, wilayah Petrus Damianus Kalasan Timur ini menjelaskan dengan detil berbagai liputan yang sudah dilakukan tim Komsos GMK baik yang berskala internasional, nasional, kevikepan maupun yang berskala paroki/stasi/wilayah/lingkungan.

Lelaki yang juga penulis lebih dari 50 pengayakan bahasa Inggris ini menjelaskan bahwa sudah banyak yang dilakukan tim komsos untuk mendokumentasikan berbagai kegiatan di paroki. Tujuannya adalah agar kita memiliki jejak digital tentang segala macam kegiatan menggereja yang kelak mudah dilacak untuk kepentingan paroki. Tujuan kedua adalah untuk mengapresiasi, menghargai dan menyemangati siapa saja yang selama ini sudah berkecimpung secara aktif dalam kegiatan menggereja. Harapannya, apa yang selama ini mereka kerjakan tidak dilupakan begitu saja, namun tertulis dan menjadi data digital yang bisa bermanfaat bagi kepentingan paroki ke depannya.

Di samping itu, lelaki yang hobi menulis puisi, cerpen dan bidang fotografi ini juga menjelaskan bahwa Komsos GMK mulai membangun jejaring dengan komsos kevikepan dan KAS agar liputan dan kabar baik dari paroki Kalasan semakin bisa menyebar ke semakin banyak umat.

Hal yang menggembirakan dari web paroki Kalasan adalah semakin kayanya isi web yang tidak hanya didominasi oleh reportase namun juga tulisan lain seperti kesaksian iman dari umat. Di samping itu, semakin banyak pihak yang sudah menyadari peran sentral web paroki beserta sosial media pendukung lainnya sebagai media pewartaan untuk menghadirkan gereja dalam mewartakaan suka cita dan kebaikan Tuhan. Namun demikian, masih minimnya pembaca dari kalangan sendiri serta partisipasi pengurus stasi, wilayah dan lingkungan dalam mengirimkan tulisan tentang dinamika kegiatan rohani di wilayahnya masih menyisakan keprihatinan bersama. 

Ini sejalan yang dikatakan Juanita Joesoef yang berkomentar terhadap kiprah Komsos-GMK.

“Ini merupakan PR bersama untuk semakin banyak yang berkontribusi. Dengan adanya web maka umat bisa mencari informasi tentang kegiatan gereja, lagu yang boleh dinyanyikan dan yang tidak boleh dinyanyikan saat misa dll,” jelas Juanita Joesoef.

Sementara itu Paulus Sriyanto berpesan agar komsos-GMK bisa semakin terlibat di dalam dinamika paroki sehingga kegiatan menggereja itu lebih bisa dipahami oleh semakin banyak umat.

Kiprah Visioner Komsos GMK

Rm Dadang ketika diminta memberikan komentarnya juga memberikan kesan positif terhadap kiprah Komsos-GMK. Rm Dadang menyebutkan bahwa dari 12 ribu lebih pembaca web (umat paroki Kalasan), jumlah anggota komsos yang menghidupi hanya sedikit. Jumlah yang sedikit ini masih bisa memberikan sesuatu dalam bentuk media web. Apa yang dilakukan komsos-GMK ini menggambarkan bagaimana anggota komsos yang sekecil ini dalam jumlah tetapi bisa membuat web yang menggembirakan. Karena informasi dalam web banyak dibutuhkan oleh umat, tentu saja ini sangat membantu.

“Apa yang sudah dilakukan Komsos-GMK ini adalah yang diharapkan gereja yakni bagaimana gereja hadir melalui media sosial. Jadikan media untuk memberitakan Injil (evangelize),” jelas Rm Dadang.

Hasil kerja komsos-GMK ini bisa disebut sebagai karya visioner yakni bagaimana memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan kabar baik.  Di samping itu, dengan banyaknya liputan kita akan mempunyai apa yang disebut dengn historial paroki (jejak digital paroki), artinya seluruh kegiatan paroki terekam. Versi panjang tulisan bisa diunggah di web, sedangkan tulisan versi pendek bisa di instagram, FB dan medsos lainnya. Media sosial lalu bisa menjadi media untuk menyampaikan kabar suka cita sesuai dengan cita-cita KAS.

Semoga Komsos GMK semakin tekun dan terus setia berkarya dalam bidang pewartaan, khususnya melalui web dan media sosial.

Photo by Monica dan Adrian Diarto

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

One thought on “KOMSOS GMK: Menghadirkan Wajah Gereja melalui Web dan Sosmed

  1. Adriene 24/04/2020 at 16:26

    luarr biasaa para sensei dan panutan q 🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *