Ibadat Sakramentali pada Peralihan Kehidupan

BKL 2018 sakramentali

Renungan Bulan Maria dan Bulan Katekese Liturgi 2018 – Hari ke – 10

-Merenungkan-
Ibadat Sakramentali pada Peralihan Kehidupan

Sepulang dari Misa Hari Raya Kenaikan Tuhan, Ibu Katharina mengingatkan suaminya agar tidak lupa untuk datang pada doa mitoni di keluarga muda Stephanus dan Magdalena besok sore. “Lho, sepertinya juga ada undangan untuk doa midodareni di rumahnya Pak Subroto, kan, Bu?” tanya Pak Anselmus, suami Ibu Katharina itu. “Lha yang midodareni itu besok malam Minggu, Pak,” kata Bu Katharina.

“Lalu Selasa depan juga ada ibadat arwah, tidak tahu dengan Misa atau cuma ibadat di rumah Bu Rukmini,” lanjut Ibu Katharina. “Hmmm, undangan doa terus, ya. He he. Ya oke, sudah sepantasnya kita hadir, to, Bu,” sahut Pak Anselmus.

Dialog di atas biasa terjadi dalam kehidupan keluarga kita, ketika banyak undangan doa di lingkungan kita, entah
berupa doa lingkungan biasa, ibadat mitoni atau midodareni, atau Misa Arwah, atau pun ibadat-ibadat yang lain. Yang menyangkut doa-doa seperti mitoni, midodareni, doa arwah, dan sebagainya, itu termasuk bagian dari ibadat sakramentali.

Pada renungan Bulan Katekese Liturgi hari ke-6, 7, dan 8 yang lalu, kita telah merenungkan jenis-jenis ibadat sakramentali. Dari jenis-jenis ini, ada ibadat sakramentali yang berhubungan dengan apa yang disebut oleh para ahli antropologi dan sosiologi sebagai lingkaran peralihan atau transisi kehidupan.

Ada tiga macam lingkaran ritual peralihan yang terdapat di hampir semua budaya bangsa-bangsa, yaitu lingkaran
kelahiran, lingkaran perkawinan, dan lingkaran kematian. Ibadat mitoni jelas berhubungan dengan lingkaran kelahiran, ibadat midodareni dengan lingkaran perkawinan, dan ibadat atau Misa Arwah dengan lingkaran kematian.

Ritual peralihan yang mengakar pada budaya bangsa, termasuk bangsa kita ini, sejauh sesuai dengan iman kristiani
dan asas-asas liturgi, merupakan kesalehan umat yang bahkan dipandang sebagai “harta sejati umat Allah” (Direktorium no. 61).

BKL 2018 sakramentali

Rm. R. Budiharyana, Pr.

ROMO VIKEP SURAKARTA

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *