Hari 26 – Doa Sebelum dan Sesudah Tidur

“Saya itu sering lupa berdoa sebelum tidur. Aduh…, badan capai soalnya. Itu dosa tidak, ya?” tanya seorang peserta rekoleksi dalam sharing kelompok. “Bagi saya yang paling berat malah doa setelah bangun tidur. Kalau jam beker sudah berbunyi, saya bangun, buat tanda salib, langsung mancal bed (beranjak dari tempat tidur), dan mengerjakan macammacam urusan,” imbuh umat yang lain dalam sharing tersebut tentang pengalaman doa hariannya.

Doa sebelum dan sesudah tidur sering dimengerti sebagai doa malam atau doa pagi bagi umat. Untuk menjaga supaya kita setia dalam doa, Gereja mengusulkan agar setiap umat beriman mempunyai irama untuk berdoa. Doa sebelum dan sesudah tidur termasuk di dalam irama itu (bdk. KGK 2698). Banyak hal bisa kita ungkapkan dalam doa sebelum tidur: bersyukur atas pemeliharaan Tuhan selama hari yang telah berlalu, meneliti dosa-dosa dan membangun sikap tobat, memohon berkat perlindungan Tuhan, serta mendoakan jiwa-jiwa yang telah meninggal. Beberapa keluarga kristiani yang saleh mempraktikkan hal yang sangat baik: sesudah doa malam bersama, anak-anak maju memohon berkat di dahi dari kedua orang tua mereka.

Setelah tidur, kita dapat berdoa untuk mengucap syukur atas hari baru, memohon agar kita menjalani hari itu dengan iman, harapan, dan kasih.

Kita juga memohon agar perkataan dan tindakan kita hari itu senantiasa menyenangkan Tuhan, dan memohonkan berkat perlindungan bagi diri sendiri, orang-orang yang kita kasihi, serta setiap sesama kita. Bila kita kesulitan merumuskan doa sebelum dan sesudah tidur, kita juga dapat mengambilnya dari buku-buku doa yang ada, antara lain: Puji Syukur no. 48-50 dan 80-82.

Rm. R. Budiharyana, Pr.

ROMO VIKEP SURAKARTA

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *