Ultah Imamat ke-17 Rm. Ambrosius Wagiman Wignyasumantara Pr. Dipenuhi Rasa Syukur

Setelah pada hari Minggu 9 Juli 2017 diadakan perayaan ekaristi ultah imamat ke-22 Rm. Robertus Budiharyono Pr. dan ketujuh imam seangkataannya, kini giliran Rm. Ambrosius Wagiman Wignyasumantara, Pr yang juga merayakan ekaristi syukur imamat ke-17. Perayaan ekaristi syukur dilaksanakan pada hari Rabu 12 Juli 2017 di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran,Yogyakarta. Turut hadir untuk memimpin ekaristi syukur adalah 4 imam seangkatan Rm. Wignya yakni Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Rm. Bernadus Irawan Heryuwono, Rm. Yohanes Yunuar Ismadi dan Rm. Yohanes Ngatmo. Rm. Yohanes Dwi Harsanto sekarang bertugas di Paroki Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran,Yogyakarta, Rm. Bernadus Irawan Heryuwono mengemban tugas di seminari TOR Jangli, Semarang, Rm. Yohanes Yunuar Ismadi berkarya di paroki Wonogiri dan yang terakhi Rm. Yohanes Ngatmo kini bertugas di Masni, Manokwari, Papua.

Sekilas Perjalanan Tugas Romo Wignya

Romo Wignya yang piawai main badminton dan dikenal sebagai sosok yang selalu bersemangat ini lahir di Bantul, 6 Desember 1972. Sesudah menerima tahbisan sebagai imam, Romo Wignya kemudian ditugaskan di Seminari Tinggi Kentungan selama 2 tahun (2000- 2002). Kemudian selama 2 tahun berikutnya bertugas di paroki Pugeran Yogyakarta (2002-2004). Selanjutnya, Rm Wignya ditugaskan di Paroki Wates dan tugas berikutnya yang paling menantang adalah ketiga mengemban tugas di Manokwari, Papua. Sekembalinya dari Papua, Rm Wignya kemudian bertugas di Paroki Karanganyar. Sesudah itu selama 1 tahun bertugas kembali di Seminari Kentungan dan akhirnya mulai tahun 2015 bertugas di paroki Gereja Marganingsih Kalasan.

 

Romo Wignya: Kata kunci yang menghidupi imamatku adalah SETIA

Berikut ini adalah refleksi 17 tahun imamat yang ditulis oleh Romo Wignya

Peringatan ulang tahun selalu membawa tahapan baru, setidaknya bertambah waktu yang telah dilewatkan, termasuk ulang Tahun Imamat. Khusus menunjuk angka 17, orang mengatakan bahwa angka itu merupakan ultah yang spesial karena menandai masuk ke usia dewasa dari usia kanak-kanak. Demikian juga, perjalanan karya seorang imam selama 17 tahun bukanlah sebuah waktu yang singkat untuk dilalui dan dikisahkan kembali untuk melihat kembali dan menemukan titik-titik pijak segala aneka perjumpaan dengan sesama dan peristiwa yang dialami.

Sungguh saya bersyukur boleh mengalami dan menghidupi anugrah imamat dalam kurun waktu 17 tahun berlalu, serasa senantiasa memohon berkat dan rahmat-Nya untuk menghidupi di waktu-waktu yang akan datang. Rasa syukur boleh mengalami suka duka menghidupi imamat suci di tengah tugas perutusan, dalam aneka peristiwa dan perjumpaan dengan umat, baik umat pedesaan, pegunungan maupun perkotaan bahkan juga di pedalaman Papua. Kata kunci yang menghidupi imamatku adalah SETIA, sebagaimana yang tertulis “Ia memanggil kamu adalah setia, Ia juga menggenapi-Nya” (I Tes 5:24). Itulah yang menjadi motto pribadi tahbisan saya. Di mana pun dan kapan pun juga Tuhan setia mendampingi tugas perutusan imamatku. Bahkan saya merasakan Tuhan menggenapi segala kekurangan dalam diriku dalam tugas pastoralku, melalui sesama (umat maupun rekan imam), juga peristiwa (pengalaman pastoral). Semua pengalaman itu dalam rangka menjadi sahabat Yesus dan menjadi sahabat bagi sesama, sebagaimana motto tahbisan angkatan “Kamu adalah sahabat-Ku (Yoh 15:14).

 

Akhirnya syukur kepada Tuhan atas rahmat kesetiaan mendampingi tugas perutusan imamatku. Terima kasih khusus untuk Keuskupan Agung Semarang, tempat aku boleh mengabdi, juga Gereja universal pada umumnya. Terima kasih sesamaku dan juga segala peristiwa pengalaman imamatku. Semoga hamba-Mu ini ya Tuhan semakin Kau berkati untuk menghidupi panggilan imamat selanjutnya, sekaligus menjadi saluran berkat-Mu untuk siapa pun dan kapan pun juga.

Doa dan harapan umat

Dalam kesempatan lain, Juanita Agustina Joesoef (ketua bidang litbang) dan Nasaria Cahyantini (ketua bidang paguyuban) mengaturkan proviciat untuk Romo Wignya dan berharap romo tetap setia dalam panggilan serta selalu mampu bersahabat dengan sesama imam dan bersaudara dengan seluruh umat. Harapan serupa disampaikan oleh Robertus Harinanto, koordinator wilayah St Petrus Damianus, Kalasan Timur, yang ikut serta dalam perayaan ekaristi di gereja Kumetiran. Beliau mengucapkan proviciat kepada romo Wignya sekaligus berharap romo mampu mempertahanan hubungan yang baik dengan semua umat. Paulus Sriyanto, ketua bidang pewartaan dan evangelisasi,  juga mengucapkan selamat kepada  Romo Wignya atas ultah imamatnya yang ke-17 disertai harapan agar romo Wignya bisa semakin dikuatkan imamat panggilannya dan selalu diberi rahmat kesehatan sehingga “kejungkelnya”  makin bisa dirasakan oleh semakin banyak umat dan keluarga.

“Selamat ulang tahun imamat ke-17 Romo Wignya. Semoga romo semakin setia dalam panggilan dan menjadi gembala untuk semua umat terutama di Paroki Marganingsih Kalasan, dan bisa terus mendampingi OMK agar setiap OMK bisa menjadi pribadi yang baik, berkembang dalam iman,”  ucap Angela Karina Dewanti dari Tim Kerja Koor yang mewakili kaum muda di GMK.

Beberapa harapan di atas sejatinya juga menjadi harapan dan doa seluruh umat  GMK.  Sekali lagi, umat GMK mengucapkan proviciat kepada Romo Wignya atas ultah imamat ke-17.

(photos by Juanita Agustina Joesoef & Scolastica Dwi Wuryani)

 

 

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

2 thoughts on “Ultah Imamat ke-17 Rm. Ambrosius Wagiman Wignyasumantara Pr. Dipenuhi Rasa Syukur

  1. Ambrosius Wagiman Wignyasumantara, Pr 21/08/2018 at 11:23

    Ayo maju terus Paroki Kalasan…..God bless you

    Reply
    1. admin 21/02/2019 at 14:20

      Matur Nuwun Romo. 😀

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *