Surat Kecil untuk Tuhan

 

Surat kecil untuk Tuhan

Tuhan maafkan aku, sebelum ke gereja tadi pagi aku sudah dirundung  amarah. Aku tidak sabar menghadapi anak keduaku yang tidak segera bergegas berkemas untuk pergi ke gereja. Aku bentak-bentak anakku sampai dia ketakutan. Maafkan aku Tuhan, aku sudah membuat anakku ketakutan. Aku sudah mengumbar sumpah serapah yang tidak perlu. Aku semestinya lebih bijak menata hati dan pikiran sebelum menghadap-Mu di gereja.

Tuhan maafkan aku. Karena peristiwa yang menyesakkan di pagi itu, kami sekeluarga terlambat tiba di gereja pagi. Kami tiba di gereja saat lagu “Kasihanilah kami” dinyanyikan. Mestinya kami mendapat tempat duduk di depan, namun kami terpaksa duduk di luar. Maafkan aku Tuhan. Kami kurang mempersiapkan batin kami dengan sempurna. Mestinya kami bisa datang lebih awal. Kami terlalu“kemrungsung” Tuhan.

Tuhan maafkan aku. Pada saat kotbah, aku sudah berniat diri untuk mendengarkan kotbah romo, tetapi rasa kantuk tiba-tiba menyergapku. Kedua mataku seperti terkunci rapat gara-gara tadi malam kedua mataku aku paksakan untuk menonton pertandingan sepakbola sampai jam 2 pagi. Ya Tuhan, maafkan aku. Posisi dudukku memang seperti orang berdoa waktu romo menyampaikan kotbah, namun sebenarnya aku tenggelam dalam lelap tidur dan baru bangun sesudah seseorang menepuk punggungku. Mungkin Engkaulah Tuhan yang menepuk punggungku untuk menyadarkanku. Entahlah!

Tuhan maafkan aku.  Saat misa tadi aku tergoda melihat kulit putih mulus perempuan muda di depanku. Aku sulit menghindarinya Tuhan karena perempuan itu persis duduk di depanku dan mengenakan pakaian yang semestinya hanya pantas ia kenakan saat pesta. Tetapi mungkin salahku sendiri Tuhan karena aku semestinya tidak tergoda dengan apapun juga. Aku semestinya bertahan dalam keheningan dan kekhusukan doa dan bukan menyalahkan perempuan itu dengan pakaian seksinya. Tetapi apakah engkau berkenan Tuhan bila seorang perempuan menghadap Engkau di gereja dengan pakaian seksi? Ah Tuhan, mengapa aku mesti menyalahkan perempuan seksi itu lagi? Aku semestinya menyalahkan diriku sendiri.

Tuhan maafkan aku. Aku tadi ikut tersenyum sinis saat kelompok koor menyanyi dengan suara fals. Semestinya aku tidak melakukannya karena aku menyadari suaraku tidak bagus. Membaca not-not  lagu saja aku kesulitan. Aku semestinya menghargai kelompok koor yang sudah dengan sukarela berlatih dan mempersembahkan suara mereka untuk menciptakan suasana yang khusuk saat misa. Ah Tuhan, semestinya aku tidak usah tersenyum sinis. Maafkan aku Tuhan. Aku tidak bisa mengontrol emosiku.

Oh ya Tuhan ada kejadian lain yang membuatku malu, Tuhan. Saat konsekrasi, HPku bunyi Tuhan. Semua mata dari umat yang berada di sekelilingku mengarahkan pandangannya kepadaku dengan raut wajah dongkol. Duh aku malu sekali, Tuhan. Maaf Tuhan semestinya aku mematikan HP itu atau meninggalkannya di rumah. Kasihan umat lain yang terganggu konsentrasinya karena HPku.  Aku malu sekali Tuhan apalagi nada deringnya jauh dari kesan keren. Tuhan pasti tahu kan lagunya “Iwak Peyek” dari Trio Macan. Sebenarnya  aku sudah lama ingin menggantinya dengan lagu rohani semacam Ave Maria-nya Schubert atau Raise Me up-nya Josh Groban atau sedidaknya Panis Angelicus-nya il Divo yang terkesan lebih religius, tetapi entah mengapa itu tidak aku lakukan. Sekali lagi maafkan aku Tuhan.

Maaf Tuhan..mengapa dosaku banyak banget? Namun aku ingin jujur dan “curhat” pada-Mu Tuhan. Semoga Engkau berkenan.

Oh ya Tuhan satu lagi…Maafkan aku. Tadi aku lupa mempersiapkan kolekte dari rumah sehingga aku hanya kolekte dengan uang kertas ribuan yang sudah kumel, sekedar sisa uang parkir. Meskipun aku ikhlas tetapi apalah arti uang ribuan saat ini. Semestinya aku bisa memberi kolekte yang lebih besar karena Engkau sering memberiku rezeki untuk mencukupi keluargaku dengan proyek ini dan itu.

Tuhan maafkan aku. Pagi ini banyak peristiwa yang tidak mengenakkan terjadi padaku. Ampuni Aku Tuhan. Aku sudah membuat hatimu terluka. Semoga Engkau masih berkenan menyebut aku, anak-Mu. (Ysp)

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *