Saat Sedekah Sampah Membawa Berkah

KOMSOS-GMMK. Pada suatu hari minggu sekitar pukul 10 terlihat beberapa orang berkumpul di belakang kantor sekretariat paroki. Di sana sini terlihat beberapa tumpukan kardus, puluhan botol, serta puluhan karung berusi barang daur ulang. Tak berapa lama, terlihat seorang ketua lingkungan datang bersama salah satu umat dengan sepeda motor. Mereka membawa tumpukan barang daur ulang yang lain. Begitulah kesibukan yang terlihat saat diadakan pengumpulan barang daur ulang dari umat. Menarik rasanya melihat partisipasi umat dalam program kegiatan ini.

Umat Katolik di Paroki Maria Marganingsih Kalasan memang memiliki kewajiban untuk turut serta mengambil peran dalam pengelolaan sampah rumah tangga untuk mengurangi dampak masalah sosial yang timbul akibat pengelolaan sampah yang tidak tepat. Hal ini sejalan dengan ensiklik (surat amanat) Paus Fransiskus kedua yang berjudul Laudato Si yang dikeluarkan pada 18 Juni 2015. Ensiklik itu berisi seruan agar kita menanggapi dan menerapkan cara baru dalam bertindak khususnya yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan habitus baru untuk merawat bumi.

Sebagai aksi nyata dari Laudato Si, Romo Antonius Dadang Hermawa,, Pr. romo Paroki Maria Marganingsih Kalasan, menggandeng RAPEL (Rakyat Peduli Lingkungan) untuk menindaklanjuti pengelolaan sampah Anorganik. Program kegiatan ini kemudian disebut “Program Kolekte Barang Daur Ulang” dan dikelola oleh Bidang Kemasyarakatan Dewan Pastoral. Kerjasama ini dipertegas melalui Memorandum Saling Pengertian yang telah ditandatangani pada hari Selasa, tanggal 01 Juni 2021.

Diwawancari KOMSOS-GMMK, Romo Dadang menyebutkan bahwa ia bersyukur bahwa sebagian umat berani menjalankan program kolekte daur ulang sampah dengan bekerjasama pihak ketiga. Program ini membutuhkan energi besar karena memiliki cita-cita besar, yakni membentuk kebiasaan perilaku cinta bumi, memelihara lingkungan sekitar. Sampah memang menimbulkan banyak persolan tetapi dapat menjadi berkah jika dikelola dengan terarah dan terukur.

Saya berharap program ini menjadi kesadaran dan gerak bersama semua umat Paroki Kalasan untuk mencintai bumi, memelihara lingkungan, dan menjadikan sampah sebagai berkah (Rm Antonius Dadang Hermawan,Pr.)

Hal yang sama disampaikan Nasaria Cahyantini Agus Siswanto selaku koordinator pengelolaan bahan daur ulang. Perempuan lincah yang lebih akrab dipanggil Bu Agus ini menyatakan rasa senangnya melihat banyaknya umat dengan pola pikir yang sudah berubah. Umat tidak lagi sembarangan membuang sampah, tetapi mereka mau mengumpulkan dan memilah.

“Tentu, tujuan utamanya bukan sekedar  mencari nominal uang, tetapi lebih pada pola pikir dalam merawat bumi yang sudah mulai tertanam, dan ini sesuai dengan seruan Bapa Paus Fransiskus. Intinya, barang  yang masih bisa didaur ulang bisa dimanfaatkan dan tidak memenuhi tempat sampah,” ungkap Bu Agus.

Dijelaskan pula bahwa sebagai langkah awal, kegiatan ini telah melibatkan seluruh umat Paroki Maria Marganingsih Kalasan yang berasal dari  Wilayah St. Theodosius Cupuwatu, Wilayah St. Maria Kalasan Barat,  Wilayah St. Yusuf Kalasan Barat,  Wilayah St. Fransiscus Xaverius Manisrenggo,  Wilayah St. Ignatius Kalasan Tengah,  Wilayah St. Yohanes Paulus II Kalasan Timur, Wilayah St. Petrus Damianus Kalasan Timur,  dan Wilayah St. Agatha Kalasan Timur.

Kegiatan dimulai pertama kali pada hari Minggu, 20 Juni 2021 bagi umat dari wilayah St. Theodosius Cupuwatu dan terkumpul kolekte barang daur ulang sebanyak 862,5 kg. Perwakilan dari masing- masing lingkungan menyetorkan barang daur ulang ke paroki, tepatnya di area parkir belakang Sekretariat Paroki. Barang daur ulang diterima oleh petugas dari paroki, kemudian dipilah berdasarkan jenis barangnya untuk mempermudah proses penimbangan barang. Sampah anorganik/barang daur ulang yang dikumpulkan berupa kertas, plastik, logam, botol beling, minyak jelantah, dan barang elektronik bekas.

Kegiatan ini sempat terhenti selama 3 bulan karena situasi pandemi serta adanya pembatasan kegiatan tatap muka. Kegiatan ini mulai dilaksanakan kembali pada tanggal 10 Oktober 2021. Untuk jadwal kegiatan putaran pertama ini selesai di bulan November 2021 dengan total kolekte barang daur ulang sebanyak 4,224 kg dengan nilai pembelian dari Rapel sebesar Rp. 9,208,210. Hasil kolekte yang terkumpul ini dimanfaatkan untuk mendukung program pelayanan Paroki di bidang Pendidikan.

Dengan adanya antusiasme dan respon baik dari umat, maka program ini dilanjutkan dengan jadwal putaran kedua yang masih diikuti oleh 8 wilayah yang dimulai di bulan Desember 2021. Sampai dengan liputan ini dibuat, jumlah kolekte dari 2 wilayah yang sudah berpartisipasi mengalami peningkatan  jumlah volume barang daur ulang dibandingkan dengan kolekte sebelumnya. Ini menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran dari umat untuk ambil bagian dalam menjaga lingkungan serta keinginan baik untuk memberikan donasi dalam bentuk kolekte barang daur ulang. Dan berdasarkan laporan dari pihak Rapel, untuk periode laporan di tahun 2021, Paroki Maria Marganingsih Kalasan unggul dalam pencapaian hasil pengumpulan barang daur ulang.

Dari dokumentasi foto memang terlihat umat antusias berpartisipasi dalam program kegiatan ini. Menariknya, gerakan ini bisa menjelma sinergi yang positif ketika setiap umat bisa turut serta dalam aksi nyata dengan memanfaatkan barang daur ulang demi terkumpulnya dana untuk membantu beaya pendidikan bagi umat yang membutuhkan. Kinerja bidang kemasyarakatan serta panitia juga layak diapresiasi karena program selama ini berjalan dengan lancar dengan SOP yang jelas. Begitulah sampah bisa membawa berkah ketika dikelola dengan penuh cinta.

Catatan: Liputan diolah dari laporan oleh Fransisca Dani, foto kiriman dari Fransisca Dani

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *