Perayaan Minggu Palma 3: Kesederhanaan Yesus dalam Simbol Daun Palma

KOMSOS GMMK. Hari minggu tanggal 10 April 2022 umat Katolik dari Wilayah Theodosius dan wilayah Yusuf mendapat jadwal misa Minggu Palma pukul 08.00 wib di Gereja Maria Marganingsih Kalasan. Terlihat umat sudah mulai berdatangan sejak pukul 07.00 pagi. Semua umat pada pagi hari itu sudah menyiapkan daun palem yang dibawa dari rumah masing-masing.

Perayaan Ekaristi pada hari itu dipimpin oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. Setelah melalui scanning QR dan protokol kesehatan yang sudah disiapkan oleh panitia, umat mulai memasuki area Gereja. Terlihat para petugas tatalaksana dari wilayah Theodosius mulai mengarahkan umat yang datang untuk mengisi kursi gereja bagian paling depan terlebih dahulu. Perayaan Ekaristi minggu palma pada hari itu diawali dengan perarakan sederhana dari Iman, prodiakon dan para putra-putri Altar, diiringi lagu pembuka dari kelompok paduan suara wilayah Santo Yusuf Juwangen dan juga lambaian daun palma dari seluruh umat.

“Bersama Gereja Semesta kita memasuki Pekan suci minggu palma ini untuk mengenangkan sengsara Tuhan, juga mengiringi Kristus yg memasuki Yerusalem,” ujar Romo Dadang di awal misa pagi itu yang dilanjutkan dengan pemberkatan daun palma dengan dibantu oleh para prodiakon.

Pada Pasio kali ini yang bertugas adalah Endro, Nina, Monic dan Tino.  Dalam pasio ini umat diajak untuk bersama-sama merenungkan kisah sengsara Tuhan Yesus kristus menurut injil lukas. Dengan penjiwaan yang sangat tepat dalam pembacaan Pasio, para petugas Pasio berhasil memikat umat sehingga umat dengan khusuk mendengarkan serta merenungkan pasio.

“Kakak tadi hebat loh saat membawakan drama (pasio). Keren!,”celetuk seorang anak berusia 7 tahun kepada para petugas pasio saat hendak berfoto setelah misa selesai.

Kami berlatih bersama sebanyak 4x dalam mempersiapkan tugas passio hari ini,” ujar Tino salah satu petugas pasio.

Dalam homilinya, Romo Dadang memberitahukan kepada umat bahwa pekan suci yang kita masuki bukan 7 hari, melainkan 5 hari yaitu Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis. Ketika memulai perjamuan Kamis Putih itu berarti sudah memasuki Tri Hari Suci.

Memasuki pekan suci artinya kita memperingati dan mengenangkan penebusan Kristus yang dilaluiNya melalui sengsara, wafat dan kebangkitanNya dan kita mengiringi secara lebih dekat Kristus masuk ke Yerusalem (Romo Dadang).

Romo Dadang juga berpesan kepada seluruh umat untuk pergi ke gereja atau mengikuti ibadatnya tidak hanya pada Minggu Palma, namun juga di hari Senin, Selasa, Rabu. Romo mengajak umat untuk mengikuti misa Offline atau Online di hari itu, karena bacaan yang dibacakan oleh warta gereja itu mendekatkan kita serta mengajak kita terhadap misteri hidup Yesus diakhir-akhir hidup-Nya.

Misa Minggu Palma kali ini masih dalam suasana pandemi, namun dengan sedikit kelonggaran dan juga percepatan vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah, Paroki Maria Marganingsih Kalasan juga turut membantu pemerintah dalam percepatan Vaksinasi 1, vaksinasi 2 serta booster dengan menjadi penyelenggara vaksinasi massal. Dengan vaksinasi umat paroki juga terlindungi dan sudah mulai berani beribadah di Gereja namun dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan yang ada. Itu terlihat dari jumlah umat yang hadir sebagaimana dijelaskan oleh ketua wilayah Theodosius cristophorus, Triyoga Djatmiko.

Menurut lelaki yang akrab di panggil Pak Yoga ini, data kasar umat yang hadir mencapai sekitar 800-an umat. Itu terlihat dari kursi-kursi di luar gereja yang terisi penuh oleh umat. Banyak umat yang tidak kebagian kursi juga dan ada beberapa umat yang belum terdaftar di data Kas namun juga datang.

“Ada sekitar 20-an umat dari wilayah lain yang datang tidak sesuai jadwalnya,”ujar Pak Yoga. Namun secara humanis umat tersebut tetap dipersilahkan mengikuti misa dengan mengikuti persyaratan yang ada.

Marilah memasuki pekan suci ini dengan membuka hati terhadap misteri hidup Yesus, mendekatkan diri pada hidupNya, belajar taat, belajar setia seperti yang diwartakan oleh Paulus dalam bacaan kedua hari itu.

“Yesus tidak mempertahankan dirinya, tetapi merendahkan dan mengosongkan dirinya dan taat kepada Allah hingga wafat disalib demi kita semua. Sehingga kita semua bisa mengatakan Yesus adalah Tuhan,” ujar Romo Dadang menutup homilinya.

Catatan:

Foto oleh Dea

Donald Maradona

Learn More →

One thought on “Perayaan Minggu Palma 3: Kesederhanaan Yesus dalam Simbol Daun Palma

  1. Arnold C.Turang 13/04/2022 at 09:08

    Puji Tuhan, kita terus dibarui Iman dalam memaknai kesederhanaan Yesus. Yang menanggalkan kekudusanNya. Lahir pinjam tempat untuk dilahirkan- Mewartakan Sabda Allah, pinjam perahu untuk tumpangan- Masuk Yerusalem pinjam Keledai. Kesederhanaan yang patut kita teladani sebagai pengikut Yesus. Salam dari Tomohon-Sulut

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *