Pelatihan SEO kepada Anggota Komsos-GMK

Komsos-GMK. Pada hari Minggu, 3 Februari 2019 bertempat di ruang pastoran GMK, diadakan pelatihan SEO (Search Engine Optimization) kepada anggota internal Komsos-GMK. Pemateri utama adalah Christopher Sutanto Prabowo, anggota bidang litbang DP GMK bagian pengembangan. Pelatihan ini sangat menarik karena memberikan pemaparan praktis seputar hal-hal teknis yang selama ini diabaikan oleh penulis liputan di web paroki. Para kontributor dan editor web paroki selama ini hanya menulis dan menulis namun tidak memperhatikan teknik-teknik khusus agar tulisan menjadi mudah diakses pembaca melalui mesin pencari seperti goegle, yahoo atau bing.

Dijelaskan oleh lelaki lulusan AKPRIND Yogyakarta jurusan teknik informatika ini bahwa SEO (Search Engine Optimization) adalah usaha-usaha mengoptimasi website untuk mesin pencari agar mendapatkan peringkat (rangking) yang lebih baik di hasil pencarian. Dari data yang dipublikasikan oleh Google, website yang menempati peringkat pertama sampai ketiga mendapatkan total klik lebih besar bahkan mencapai 50% dari total penelusuran yang dihasilkan. Peringkat pertama sendiri mendapatkan lebih dari 20%.

“Ini menunjukkan betapa pentingnya SEO untuk website. Dengan bantuan SEO sebuah website bisa mendapatkan ribuan hingga puluhan ribu pengunjung per hari,” jelas Prabowo sambil tersenyum. Tak terkecuali bagi seorang pelaku bisnis, SEO wajib dilakukan untuk meningkatkan brand usahanya.

Sutanto Prabowo kemudian menjelaskan hal-hal yang perlu dipelajari untuk menguasai SEO; 1) Mengoptimasi halaman website, 2) Riset kata kunci (Keyword research), 3) Menganalisa kompetisi, 4) Membuat konten yang teroptimasi, 5) Membangun popularitas, link, dan reputasi, 5) Melakukan audit terhadap performa SEO.

On-page SEO adalah faktor-faktor yang menentukan teroptimasi atau tidaknya website terhadap mesin pencari dilihat dari dalam websitenya sendiri. Optimasi on-page bertujuan agar mesin pencari mengetahui apakah website memang relevan/sesuai dengan apa yang dicari oleh user dan benar-benar memiliki kualitas terbaik.

“Oleh karena itu, kuncinya 2 hal yakni relevan dan kualitas. Tanpa memenuhi keduanya, mustahil bisa mendapatkan peringkat 1 di mesin pencari,” jelas Prabowo.

Lelaki berkacamata yang menikahi Yosephine Septiana pada 29 April 2000 ini kemudian memaparkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna website yakni konten, Keyword, Judul, URL, Meta description, Media gambar, Outbound link, Internal link, Social sharing, Kecepatan website,

Dalam kaitannya dengan konten web, lelaki yang murah senyum dan pengelola website https://maswo.my.id , ini menjelaskan bahwa konten adalah komponen utama dalam halaman website. Artinya, konten memegang peranan terbesar dalam optimasi on-page. Sedangkan kaitannya dengan keyword, Prabowo menjelaskan bahwa mengoptimasi halaman berarti mengoptimasi keyword. Setiap halaman di website harus dioptimasi paling tidak untuk 1 kata kunci.

“Caranya? Dengan menyertakan keyword dalam halaman website. Tepatnya di dalam konten, di judul, dan di URL. Dengan demikian, mesin pencari dan pengunjung akan langsung memahami apa isi dari halaman website Anda,” kata Prabowo.

Masih banyak hal-hal teknis lainnya yang dipaparkan Prabowo dalam pelatihan singkat ini dan yang pasti isi pelatihan memberikan ilmu baru bagi para anggota komsos-GMK. Selayaknya pelatihan singkat seperti ini bisa terus digalakkan agar tulisan menjadi lebih efektif untuk menyasar kalangan pembaca yang lebih luas.

Yusup Priyasudiarja, penggiat komsos-GMK, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelatihan ini.

“Tim komsos banyak belajar hal-hal teknis yang selama ini tidak kami ketahui untuk meningkatkan “daya jual” sebuah tulisan. Luar biasa!!” kata Yusup.

Adrian Diarto, salah satu editor senior web paroki dan penulis buku kumpulan puisi “Catatan NA”, juga menyatakan hal serupa.

“Pelatihan ini top markotop. Saya sudah membaca hal-hal teknisnya sebelumnya, tetapi baru  paham maksudnya sekarang. Ketika menulis, selama ini saya ibarat memegang obat tapi tidak tahu dosisnya. Meskipin web gereja hampir pasti tidak menghasilkan ribuan dolar tapi sangat penting bila kita berada di jalan yang benar secara IT,” ungkap Adrian.

Semoga dengan pelatihan SEO ini konten web paroki semakin berkualitas dan secara teknis bisa menjangkau semakin banyak pembaca hingga kabar sukacita dari Tuhan semakin menggema ke relung-relung hati umat manusia.

Photo by Monica dan Adrian Diarto

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *