Paroki Kalasan Memberi Bantuan Pendidikan

Di saat kegelapan pun, Tuhan ada di sana (Paus Fransiskus)

Begitulah yang pernah diungkapkan Bapa Paus Fransiskus pada suatu kesempatan. Tuhan selalu hadir pada saat manusia didera permasalahan pelik laksana dikungkung oleh kegelapan yang teramat pekat. Tuhan hadir nyata dan memberi secercah harapan bagi manusia untuk bangkit kembali dari lembah keterpurukan. Begitu pun yang dilakukan Paroki Maria Marganingsih Kalasan dalam memperhatikan umatnya yang saat ini sedang didera banyak permasalahan akibat pandemi. Paroki hadir nyata di tengah umatnya dan menyapa mereka dengan berbagai wujud perhatian dan kasih.

Di bawah koordinasi Tim-19, paroki terus bergerak memberikan perhatian kepada umat yang terdampak pandemi covid-19. Sesudah melaksanakan pemberian bantuan sembako sebanyak 5 tahap, bantuan bibit lele dan bibit singkong/sayuran demi terwujudnya ketahanan pangan, dilanjutkan pelatihan pelaku usaha, kali ini Tim-19 menyasar bidang pendidikan. Aksi bantuan ditujukan kepada umat, khususnya pelajar yang mengalami kesulitan membayar SPP dan bersekolah di sekolah Katolik yang ada di wilayah Kalasan.

Untuk memastikan agar bantuan yang diberikan sungguh tepat sasaran Tim-19 mengadakan pendataan di 12 sekolah mulai jenjang TK, SD sampai SMP. Tim verifikasi dan validasi mendatangi dan mengumpulkan data siswa kemudian mendiskusikan data yang diperoleh. Tim verifikasi dan validasi juga mendatangi sekolah untuk melengkapi data.

Berikut adalah 13 sekolah yang menjadi sasaran bantuan; TK Kanisius Pondok, SD Kanisius Pondok, TK Kanisius Kalasan, SD Kanisius Kalasan, SMP Kanisius Kalasan, TK Mangunan, SD Mangunan, SMP Mangunan, TK Kanisius Kadirojo, SD Kanisius Kadirojo, TK Indriyasana Juwangen, TK Indriyasana Maguwo.

Dari hasil rapat tim-19 dan berdasarkan hasil verifikasi dan validiasi kemudian diputuskan bahwa ada 149 siswa  yang akan mendapatkan bantuan. Bantuan ini dimaksudkan sebagai subsidi pembayaran SPP dengan jumlah nominal yang bervariasi tergantung pada jenjang pendidikannya (siswa TK sebesar Rp. 200.000, siswa SD Rp. 400.000, dan siswa SMP Rp. 600.000). Pemberian dilakukan secara langsung melalui pihak sekolah oleh tim pengelola bantuan dan didampingi oleh tim verifikasi dan validasi.

Dalam wawancara dengan Komsos GMMK, Nazaria Cahyantini selaku koordinator tim bantuan mengungkapkan rasa terharu ketika mendatangi sekolah dan memberikan bantuan.

“Saya merasa sangat terharu dan bahagia karena kepala sekolah kelihatan senang sekali karena mendapakan perhatian khusus dari paroki. Mereka tidak menyangka bahwa paroki akan memberikan perhatian sebesar ini karena mereka sebenarnya juga menyadari saat ini paroki tidak mendapatkan pemasukan seperti biasanya,”ungkap perempuan lincah yang lebih akrab dipanggil Bu Agus ini.

            Nazaria Cahyantini juga berharap bahwa subsidi ini bisa meringankan beban orang tua, sekaligus bisa memberikan suntikan semangat kepada para guru di tengah-tengah deraan pandemi yang tak kunjung usai. Aksi bantuan ini sekaligus juga menyuarakan pesan pastoral bahwa gereja hadir dan memberikan perhatian dan kasih kepada umat terutama KLMTD.

Sementara itu Andrias Yance Eko Sutopo, kepala sekolah SD Kanisius Kadirojo, mengungkapkan rasa senangnya atas bantuan yang diberikan sebagaimana yang ia sampaikan di laman FB paroki Kalasan.

“Atas nama anak anak dan guru Taman Kanak Kanisius Kadirojo dan Sekolah Dasar Kanisius Kadirojo Adiwiyata Mandiri, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan pendidikan yang diberikan kepada anak anak kami,” ungkapnya.

Catatan: sumber foto: Tim-19, sumber liputan: Notulen rapat tim-19 dan wawancara dengan Nazaria Cahyantini

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *