Ibadat Jumat Agung Kedua: Hidup untuk menjadi benar, jujur, kudus dan murni agar kita bisa selamat

Komsos -GMK. Ibadat  Jumat Agung yang kedua Maret 2018 di gereja Marganingsih Kalasan dilaksanakan pada pukul 15:00 dan dipimpin oleh Rm. Egidius Taimenas, SVD serta dipandu Anggi selaku MC. Berbeda dengan ibadat sabda yang pertama, kali ini jumlah umat yang hadir sungguh “membludak”. Umat  yang hadir sampai memenuhi sisi-sisi di sebelah SMP Kanisius Pancapana dan petugas tata tertib dengan gesit menyediakan tambahan kursi dari kursi-kursi yang tersedia di ruang SMP.

 

Petugas pasio yang bertugas adalah F. Nomok, Indah, Marsudi, Staya. Mereka dengan penuh penghayatan menyanyikan kisah sengsara Tuhan Yesus. Petugas pasio juga dibantu beberapa petugas lain yang berperan sebagai rakyat.

Ibadat sabda didukung oleh kelompok koor dari paduan suara Caritas Dei dan tambahan iringan biola yang sangat apik dari Nada.

Dalam kotbahnya Romo Egi SVD menyampaikan bahwa Yesus mengalami pengadilan yang tidak adil. Pengajaran tentang keselamatan yang dilakukan Yesus dipelintir menjadi sebentuk pengkhianatan. Orang yang berlaku baik, jujur dan benar seharusnya mendapatkan perlindungan di mata hukum, tetapi  tidak berlaku bagi Yesus.

Kita adalah pelaku-pelaku kejahatan, para pendosa yang bersembunyi yang ada di balik kisah sengsara Tuhan Yesus. Yesus sudah rela menjadi kuda beban untuk dosa-dosa kita.

Rm Egi menambahkan bahwa Tuhan sudah menyelesaikan seluruh tugasNya. Oleh karena itu kini keselamatan menjadi tugas perjuangan kita. Dari pihak Allah, anugrah atau rahmat itu sudah diberikan. Tanggapan manusia atas rahmat Allah itulah yang menentukan apakah manusia akan selamat atau tidak. Perjuangan kita untuk mengikuti Yesus itulah yang menentukan keselamatan kita. Hanya orang yang jujur mengakui kesalahan dan menyesali dosanya akan mendapatkan keselamatan.

Semoga peristiwa agung ini mengingatkan kita betapa beratnya sebuah dosa. Kristus divonis dalam hukuman terberat yakni disalib untuk dosa. Ingat bahwa dari pihak Allah dosa itu sudah selesai, sekarang tinggal dari pihak manusia apakah dosa itu sudah selesai.

Berbahagialah mereka yang sudah selesai menyelesaikan dosanya pada waktu Tuhan menyelesaikan dosa itu karena mereka akan menjadi kumpulan dari Tuhan Allah.

“Sejatinya hidup bukan untuk berdosa lalu binasa tetapi hidup untuk menjadi benar, jujur, kudus dan murni agar kita bisa selamat,” tegas Rm Egi.

 

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *