Hari 17 – Doa Ratu Surga

Doa Ratu Surga

Waktu itu, di pastoran, Rama Paroki sedang menemui sepasang suami istri yang sedang menghadapi masalah dalam hidup rumah tangganya. Saat asyik-asyiknya suami istri itu berdebat, lonceng gereja berbunyi. Rama melihat jam tangan, waktu sudah menunjuk pukul 12.00 siang. Rama langsung mengajak kedua orang itu berdoa Ratu Surga. “Belum hafal kami, Rama…,” kata kedua tamu itu serentak. Lalu Rama memberikan buku kecil berisi doadoa dasar, salah satunya adalah Doa Ratu Surga. Lalu mereka mendoakan Doa Ratu Surga itu bersama-sama.

Sesudah itu, suasana pembicaraan terasa menjadi lebih dingin dan tenang. Di banyak tempat, dalam banyak kesempatan, umat Katolik sangat biasa dan dibiasakan untuk berdoa Ratu Surga (Regina Coeli) pada masa Paskah atau berdoa Malaikat Tuhan (Angelus Domini) untuk di luar masa Paskah, saat waktu menunjukkan pukul 06.00, 12.00, dan 18.00. Itu sebuah kebiasaan amat baik yang sudah dilakukan sejak abad ke-13.

Semula, ada kebiasaan para Fransiskan untuk mendoakan tiga Salam Maria pada setiap sore, juga pada pagi dan siang hari. Sejak abad ke-16, pada doa tiga Salam Maria itu ditambahkan kata-kata: “Maria diberi kabar oleh Malaikat Tuhan…. Aku ini hamba Tuhan…. Sabda sudah menjadi manusia…, dst”. Lalu pada abad ke-18, Paus Benediktus XIV menetapkan agar selama masa Paskah, doa Malaikat Tuhan diganti denganRenungan Bulan Maria & Bulan Katekese Liturgi 43 Regina Coeli atau Ratu Surga.

Doa ini diucapkan tiga kali sehari karena dihubungkan dengan pengenangan atas misteri penebusan Tuhan:
Pada pagi hari pukul 06.00, untuk mengenangkan misteri kebangkitan Tuhan, agar kita menghayati seluruh hari dengan semangat sukacita karena Tuhan yang bangkit menyertai kita.
Pada siang hari pukul 12.00, untuk mengenangkan misteri sengsara Tuhan Yesus, agar kita yang sedang bekerja mengingat kasih pengurbanan Tuhan, sehingga kita pun rela berkurban.
Pada petang hari pukul 18.00, untuk mengenangkan misteri inkarnasi atau penjelmaan, agar kita senantiasa merasa damai karena Allah telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita,

Doa Ratu Surga

 

#sekolah liturgi

Rm. R. Budiharyana, Pr.

ROMO VIKEP SURAKARTA

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *