Vigili Paskah 1: Terang yang menjadi simbol kebangkitan dan pembawa perubahan

           

Pelaksanaan Vigili Paskah pada misa pertama di Gereja Paroki Maria Marganingsih Kalasan pada hari Sabtu, 16 April 2022, berjalan dengan khidmat sekaligus meriah. Umat dari Wilayah Agatha, Petrus Damianus, dan FX Manisrenggo terlihat sangat antusias menyambut kebangkitan Kristus. Pasalnya, satu jam sebelum perayaan Vigili Paskah dimulai, sudah banyak umat yang berdatangan dengan penuh suka cita. Setelah melakukan scan barcode dan presensi, umat masuk ke dalam gereja, disambut dekorasi Paskah yang sangat menarik yang dibuat oleh OMK Wilayah Agatha dan Wilayah Santa Maria. Misa pun dimulai tepat pada pukul 17.30 WIB dan dipimpin oleh Romo Vincentius Yudho Widiyanto, Pr.

            Masih sama dengan perayaan pada tahun lalu, Vigili Paskah tahun ini tidak ada prosesi perarakan lilin seperti biasanya dan langsung pada prosesi penyalaan lilin umat. Setelah seluruh lilin dinyalakan, dilanjut dengan menyanyikan Pujian Paskah dan pembacaan kitab suci oleh lektor. Suasana khidmat tampak menyelimuti seluruh gereja. Suara merdu dari petugas paduan suara dari Wilayah Agatha semakin membuat suasana semakin khidmat.

            Dalam homilinya, Romo Yudho mengatakan bahwa kebangkitan Kristus tidak lepas dari sengsara, wafat, dan bangkit. Vigili Paskah diawali dengan kondisi gelap yang melambangkan Kristus yang wafat. Lalu mulai ada cahaya sedikit berupa lilin paskah yang disebar ke seluruh gereja sehingga menjadi sumber cahaya untuk gereja. Hingga akhirnya menggunakan cahaya lampu. Hal ini melambangkan bahwa Kristus bangkit membawa terang. Yesus menunjukkan adanya perubahan dari gelap menuju terang dengan kebangkitan-Nya. Harapannya, kita yang merayakan Paskah juga membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

            “Harapan saya, semoga dengan Paskah ini, semangat umat yang telah bangkit tidak turun lagi dan semakin bertambah untuk rajin misa di gereja serta membawa perubahan yang lebih baik,” kata Romo Yudho.

            Sebelum menutup khotbahnya, Romo Yudho juga mengatakan bahwa Paskah bukan hanya sekadar perayaan. Paskah dan kebangkitan yang sebenarnya tertuang dalam kehidupan kita sehari-hari saat kita berbela rasa dengan membawa cahaya Kristus. Semoga kebangkitan Kristus menginspirasi kita menjadi pribadi yang lebih baik.

            Perayaan malam itu juga dilaksanakan pembaptisan. Dari 24 calon baptis, ada 8 orang yang dibaptis. Paskah kali ini juga membawa berkat bagi anak-anak yang membawa ‘hadiah’ yang nantinya diberikan kepada Pendamping Iman Anak (PIA) saat meminta berkat. Setelah diberkati romo, anak-anak pun diberi snack sebagai ucapan Selamat Paskah.

Catatan: foto oleh Monica dan Bima

Editor: Novia Cristan

Isabela Thyana Wulandari

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *