Rumah F.X Supriyono Roboh Akibat Banjir

Rumah F.X Supriyono, mantan Prodiakon Lingkungan Tarcisius Taman Wilayah Agatha, Kalasan Timur terkena bencana longsor pada hari Rabu, tanggal 30 Januari 2019 sekitar pukul 18:30. Hujan yang turun teramat deras beberapa hari terakhir ini mengakibatkan beberapa sungai di kawasan Kalasan banjir dengan volume air yang cukup tinggi. Banjir juga menyebabkan erosi tanah di tepi-tepi sungai. Hujan deras juga menyebabkan beberapa pohon tumbang dan listrik padam hingga beberapa jam.

Rumah F.X. Supriyono yang terletak persis di tepi sungai Pete , dekat jembatan Karangmojo paling parah terkena dampak akibat banjir. Dari video yang beredar di beberapa group WA terlihat bahwa rumah tembok berwana hijau ini bagian kirinya roboh secara total, sedangkan bagian tengah dan kanan masih berdiri namun dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Puing-puing bangunan masih terlihat berada di tepi sungai.

Beberapa personel dari pemerintah setempat dengan cepat bergerak meninjau lokasi dan turut menangani dampak akibat bencana rumah longsor ini.

Dalam mensikapi bencana yang menimpa umat Katolik ini, gereja Marganingsih Kalasan tentu saja tidak tinggal diam. Beberapa umat langsung bergerak memberikan bantuan. Pada hari Jumat 1 Februari 2019 Rm Antonius Dadang Hermawan, Pr (Romo kepala paroki GMK) dan Rm Jonathan Billie Adi Cahyo, Pr didampingi beberapa anggota dewan termasuk Bernardus Purnama (sekretaris dewan) juga mengunjungi keluarga FX Supriyono, memberikan dukungan dan bantuan. Kunjungan ini bisa dimaknai sebagai bukti kehadiran gereja di tengah-tengah umat yang sedang tertimpa bencana.

Keluarga FX Supriyono sangat bahagia mendapat kunjungan dari romo dan DP. FX Supriyono dengan antusias menceritakan kronologi kejadian. Pada hari Rabu, 30 Januari 2019 sekitar pukul 20.00, akibat hujan deras dan angin kencang beberapa pohon di selatan jembatan mulai tumbang. Akibatnya, arus air di sungai menjadi terhambat dan menggerus tanah di kanan kiri jembatan. Tak lebih dari 1 jam, rumah F.X Supriyono yang kebetulan berlokasi sangat dekat jembatan kemudian ambruk, bahkan menghanyutkan almari yang berisi surat-surat berharga, sertifikat tanah dll. Saat ini bangunan yang tersisa tinggal gudang di belakang rumah, sedangkan bangunan lainya 90% sudah rata dengan tanah.

Ketika berita ini ditulis, beberapa puing bangunan milik F.X. Supriyono yang semula tergeletak di pinggir sungai sudah mulai disingkirkan.

Mari kita bantu keluarga FX Surpiyono dengan doa dan tindakan nyata.

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *