Perayaan Jumat Agung I: Memandang Salib Sebagai Sumber Kebahagiaan

KOMSOS-GMK: Seorang perempuan tua berambut putih berjalan mendekati salib besar yang dibawa prodiakon. Ia bersujud sebentar, membuat tanda salib lalu mencium kaki Yesus. Mungkin hanya beberapa detik peristiwa itu berlangung, lalu perempuan itu berjalan perlahan ke tempat duduknya dengan mata berkaca-kaca. Beberapa kali perempuan itu mengusap matanya. Nampaknya ada genangan air mata yang tak mudah ia tahan.

Begitulah salah satu pemandangan mengharukan yang terjadi para prosesi penghormatan salib pada  perayaan Jumat Agung I di Gereja Marganingsih Kalasan, 19 April 2019. Mungkin tidak hanya perempuan itu yang merasa terharu dan tersentuh. Mungkin saja sebagian besar umat merasakan rasa yang sama. Apalagi sebelumnya mereka mendengarkan kisah sengsara Tuhan Yesus yang dibacakan dengan penuh penghayatan oleh tim passio berjumlah 12 orang.

Ada tiga petugas passio utama yang berada di depan altar yakni Nina, Edgar dan Marsudi. Nina yang berasal dari Lingk St Elisabeth, Wilayah Petrus Damianus ini berperan sebagai narator.  Sembilan petugas passio lainnya yakni Lia, Indah, Clara, Tika, Donald, Raka, Elang, Satya dan Paul berada di sebelah sisi kiri altar, persis  di depan lokasi kelompok kor bertugas. Tim passio ini sudah lama berlatih dan nampak sekali mereka kompak menjalankan tugasnya. Mereka menggunakan passio gregorian karya Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta.

Perayaan Jumat Agung I dengan menggunakan bahasa Jawa di Gereja Marganingsih Kalasan dimulai pukul 15:00 dan dipimpin oleh Rm Antonius Dadang Hermawan, Pr, didamping Diakon Yoseph Didik Mardiyanto. Sementara itu, yang bertugas sebagai lektor adalah Erni dan Bunga, sedangkan Clara Sita yang kini berprofesi sebagai dokter bertugas sebagai pemasmur.

Perayaan ekaristi Jumat Agung diiringi kelompok kor dari Wilayah St. Yusuf Kalasan Barat. Nuansa busana merah menyala dengan dipadu syal warna hitam kombinasi putih mewarnai kelompok kor yang bertugas. Sejak awal kelompok kor ini sangat bersemangat dan penuh penghayatan menyanyikan lagu-lagu berbahasa Jawa bertema Jumat Agung.

Setelah dilakukan penghormatan salib, juga dilakukan pemberkatan salib yang sudah dibawa umat. Rm Dadang dan dibantu beberapa prodiakon berkeliling memerciki salib umat dengan air suci. Diharapkan bahwa salib yang terberkati mampu mengingatkan kita semua atas pengorbanan Yesus yang begitu besar untuk menebus dosa-dosa kita. Di samping itu, kita juga berharap kita akan dikuatkan dan  tabah saat kita didera derita dan permasalahan hidup. Iman dan pengharapan akan ditumbuhkan atas kemenangan dan kemuliaan yang telah dijanjikan oleh-Nya.

Perayaan Jumat Agung adalah peristiwa untuk menumbuhkan pengharapan. Memandang salib adalah memandang sumber kebahagiaan dan pengharapan yakni Yesus, Sang Sumber Hidup.

Catatan: Foto oleh Monica Aurelia

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *