Pentakosta 2019: Menghadirkan Roh Kudus Dalam Keseharian Hidup Kita

KOMSOS-GMK. Minggu, 9 Juni 2019 Perayaan Hari Raya Pentakosta bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo dimulai pada pukul 07.00 dan di pimpin oleh Romo Jonathan Bilie Cahyo Adi, Pr. Perayaan ekaristi menggunakan bahasa Jawa dan diiringi paduan suara dari lingkungan Yohanes Pembaptis dengan iringan gending Jawa.

Dalam homilinya Romo Bilie mengajak umat merenungkan dari setiap bait dalam lagu “Rawuha Rong Kang Suci” yang dinyanyikan sebelum memasuki bait pengantar injil “Alleluya”:

“Rawuha Rong kang suci paring cahyaning swargi, pecah ing sunar adi”. Jelas, bagaimana Roh Kudus yang diutus Bapa kepada para rasul dalam bacaan pertama mau menghadirkan bagaimana Roh Kudus itu dihadirkan, memberi cahaya yang datang dari surga dan dimulai dari lilin paskah .

“Ramaning para papa rawuh paring nugraha, paring pajar ing jiwa”. Roh Kudus yang sudah diutus Allah senantiasa hadir bagi siapa saja yang kecil lemah miskin, tersingkir dan difabel. Roh Kudus hadir senantiasa dan memberi apa yang kita butuhkan dalam kehidupan kita. Kehadiran  Roh kudus selalu memberikan kelegaan dalam aneka beban kehidupan yang kita alami.

“Rohing Panglipur tuhu, Tamu pering rahayu resep asrep ing kalbu”. Roh Kudus senantiasa hadir memberikan keselamatan, begitu terasa dalam hati memberikan rasa lebih sejuk.

“Yen sayah paring leren, yen benter paring ayem, yen sedhih paring tentrem”. Jika kita merasa lelah harusnya istirahat, tidak memaksakan diri untuk bekerja terus menerus. Roh Kudus selalu menyadarkan kita untuk istirahat untuk merasakan rasa yang lebih lega. Ketika dalam kehidupan kita merasakan panas yang tidak terkira, seperti saat ini arus mudik yang dapat membuat hati kita panas karena dimana-mana macet, tetapi jika kita menyadari kehadiran Roh Kudus maka hidup kita merasa tenang.Ketika kita menyadari Roh Kudus hadir tepat pada waktu atau ketika hati merasa sedih maka Roh Kudus memberikan kedamaian.

“Padhang mulya sumunu, menuhi manah tuhu para umat winengku”. Ketika kita menyadari bahwa Roh Kudus hadir sebagai cahaya yang memenuhi kehidupan kita bagaimna Kristus kita yakini selalu memberikan cahaya di tengah kegelapan hidup kita yang begitu pekat.

“Yen reged, kagiraha, yen garing kasirama, yen sakit kasarasan”. Kita menyadari bahwa kita bukan manusia yang sempurna, namun kita dibersihkan dari noda dosa dalam kehidupan kita. Kita merasa bahwa hidup kita merasa kering, namun ketika sadar bahwa Roh Kudus selalu hadir mendampingi hidup kita maka kita mampu memandang kehidupan kita lebih bermakna.Ketika sakit pun kita diberikan sembuh, seperti contohnya ketika orang diberikan pengurapan orang sakit lalu lekas sembuh.

“Kaken nyuwun kalukna, asrep nyuwun encerna nasar nyuwun wangsulna. Umat Dalem pradasih. Pitados datan ajrih, nampi a paring ing sih. Nyuwun ganjaran jasa, lan wilujeng ing jiwa nyuwun bingah kang lana”. Karunia Roh Kudus hendaknya mampu sungguh mengarahkan kita untuk menjadi lebih baik. Buah Roh Kudus yang boleh kita terima dapat kita rasakan. Para rasul  pada bacaan I (Kis 2: 1-11) menjabarkan bagaimana kemudian ketika mereka mendapat karunia Roh Kudus boleh berbicara dalam berbagai bahasa dan menjadi warta sukacita bagi banyak orang. Bagaimana Roh Kudus dalam bacaan Injil senantiasa menuntun langkah hidup kita, mengarahkan hidup kita, maka pada ujung Sekuensi ini berbunyi “Nyuwun bingah kang lana”.

Kita memohon oleh karena Roh Kudus yang menyertai kita, agar kita senantiasa merasakan sukacita sampai pada akhir perjalanan hidup kita. Ketika menyadari Roh Kudus senantiasa hadir dalam hidup kita, maka di situlah hidup kita senantiasa bahagia atas syukur berkat rahmat Allah yang dapat kita terima.

Romo Billie mengajak seluruh umat mampu senantiasa menghadirkan Roh Kudus dalam setiap langkap hidup sehingga mampu mewartakan sukacita sampai pada akhir hayat.

catatan: foto dan liputan oleh Monica Aurelia

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *