Pelatihan Pelaku Usaha: Manajemen Stres

KOMSOS-GMMK. Pada haari Minggu, 27 September 2020 pukul 10.00 bertempat di Gereja Maria Marganingsih Kalasan diadakan pelatihan bagi pelaku usaha dengan tema “Management Stress”. Pelatihan yang digagas oleh Tim-19 yakni tim yang dibentuk dalam rangka penanggulangan dampak COVID-19.  Tim 19 tersebut terdiri dari beberapa Tim data, Tim Verifikasi,  Tim Sumberdaya bantuan,  Tim penyalur, dst.

Pelatihan pelaku usaha yang dihadiri oleh 51 peserta ini menjadi tanggung jawab Tim Sumberdaya bantuan.  Tim ini bertugas untuk untuk memulihkan kembali umat yang terdampak dan dan juga usaha umat yang terdampak. Pelatihan menghadirkan narasumber yakni Alice Whita Savira, M.Psi ( Psikolog).

 Pelatihan dibuka oleh Juanita Agustina Joesoef, doa pembuka dipimpin oleh Paulus Sriyanto, kemudian sambutan oleh Romo Antonius Dadang Hermawan. Pelatihan dipandu oleh moderator yakni Albertus Arief Subyantoro. Pelatihan diikuti oleh peserta dengan berbagai latar belakang usaha yang merasa terdampak covid-19 ini.

Manajemen Stress

Apakah Anda pernah merasa stress? Stress merupakan kondisi psikologis ketika tuntutan atau tekanan dari lingkungan sekitar lebih besar dari kemampuan untuk menanggapi hal-hal tersebut.Stressor tersebut bisa muncul dari keluarga, pekerjaan maupun masyarakat.

                Bagaimana respon tubuh terhadap stress? Ketika menghadapi stressor, gairah fisiologis (sistem saraf simpatik aktif) dan pelepasan hormone stress (kortisol, Epinephrine, Norepinephrine), membuat lebih berenergi, otot menjadi lebih tegang dan siap menghadapi stressor.  Jika stress menjadi kronis, hormon stress yang keluar akan terjadi secara terus-menerus (berlebihan akan berdampak negatif), seperti menurunnya fungsi pencernaan dan kekebalan tubuh.

                Dampak stress bisa terjadi pada aspek fisik, psikologis, maupun perilaku. Dampak stress secara fisik meliputi pusing, tekanan darah tinggi, jantung berdebar-debar, sakit punggung dan leher, serta mual. Sedangkan dampak stress dari aspek psikologis meliputi fluktuasi mood (sedih-senang-sedih), merasa tidak berdaya, cemas, takut, tidak sabar dan mudah tersinggung. Dan terakhir dampak stress dari aspek perilaku mencakup kurangya nafsu makan/makan terlalu banyak, tidak bisa tidur/tidur terlalu banyak, menjadi agresif, menarik diri dari lingkungan sosial, murung, sulit berkonsentrasi, mudah lupa, serta salah dalam mengambil keputusan.

                Setelah berbagai rangkaian pelatihan dari doa pembukaan, presentasi hingga sesi tanya jawab acara pelatihan kemudian ditutup dengan penjelasan dari Romo Dadang yang diambil dari kutipan Pengkhotbah 3:1  “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya”.  Kemudian acara tersebut ditutup dengan doa penutup yang pimpin oleh Juanita Agustina Joesoef

Agatha Sinar Rusdiana Winahyu, lingkungan Santa Yuliana, wilayah Agatha, yang menjadi peserta pelatihan menyampaikan kesannya dan harapannya

 “Untuk sesi Pak Bowo, nampaknya perlu waktu yang lebih lama karena ada kaitannya dengan IT. Jadi harus detail. Untuk Pak Agus, sebaiknya bisa menceritakan kiatnya saat beliau jatuh dan bisa bangkit lagi selain berdoa dan berganti membuat APD, apa hal lain  yang dilakukan.  Untuk Bu Vira Terima kasih. Harapannya bisa mendapatkan banyak relasi, tetapi sudah cukup baik dan yang jelas sesuai protokol kesehatan, “ ungkap Agatha.

 Semoga pelatihan ini bisa membantu para pelaku usaha khususnya di Paroki Maria Marganingsih Kalasan untuk bangkit dan kembali bisa menjalankan usahanya

Catatan: Liputan dan foto: Monica Aurellia

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *