Kunjungan Rm Dadang dan Rm Yudho di Lingk Yoh. Pembabtis Karangnongko

KOMSOS-GMMK. Pada hari Jumat, 16 Juli 2021, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. dan Romo Vincentius Yudho Widianto, Pr. mengadakan kunjungan online ke Lingkungan Yohanes Pembabtis Karangnongko melalui zoom meeting. Kunjungan ini dihadiri oleh kurang lebih 18 keluarga, dari total 62 kartu keluarga yang terdaftar sebagai umat di Lingkungan Yohanes Pembabtis Karangnongko.

Tepat pukul 7 malam, acara sudah dimulai. Romo menyambut dengan hangat umat yang bergabung dalam zoom. Setelah banyak keluarga yang bergabung, Romo mempersilahkan untuk setiap keluarga memperkenalkan anggota keluarganya. Romo dan umat berbincang dengan hangat malam itu, saling menanyakan kabar dan saling mendukung untuk keluarga yang harus isolasi mandiri di tengah pandemi yang masih melanda.

Mendengar perbincangan tentang adanya umat yang terpapar covid-19 dan mendengar semangat umat lainnya yang saling membantu membuat hati para Romo menjadi tenang. Romo pun berpesan untuk mempertahankan semangat melayani di tengah pandemi ini. Romo kembali bertanya, apa yang dibanggakan umat yang berada di Lingkuang Yohanes Pembabtis Karangnongko hingga umat merasa berat jika lingkungan kelak akan dimekarkan.

“Umat di Lingkungan Karangnongko sangat guyub. Saya sangat merasakan waktu saya terkena covid. Bantuan yang diberikan umat sangat cepat dibanding dengan bantuan dari kampung,” kata Nur Indrawati.

“Kepedulian lingkungan sangat bagus, sangat respect dengan kami yang terkena covid. Saya butuh apa, pasti dibantu. Bahkan jam 7 pagi makanan sudah diantar ke rumah saya,” tambah Arya.

Selain itu, ada juga tanggapan umat tentang Lingkungan Yohanes Pembabtis Karangnongko seperti yang dipaparkan oleh FX. Anon Wahyuaji yang menyebutkan bahwa umat Katolik di Karangnongko tidak takut menyatu dengan umat lain. Umat juga mau saling membantu, gotong royong, dan menyatu dengan kegiatan kampung.

Shinta juga menyebutkan bahwa umat di Lingkungan Yohanes Pembabtis Karangnongko memiliki kepedulian yang tinggi, terutama kelompok ibu-ibu.

“Kalau ada apa-apa sekecil apapun, selalu terpenuhi. Contohnya kegiatan PIA, ibu-ibu selalu mendukung. Kita tidak pernah kehilangan koordinasi. Kita bergerak cepat untuk membantu satu sama lain. Sangat luar biasa!”

Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan di lingkungan selalu didukung dengan animo yang sangat luar biasa. Teman-teman mudika juga turut membantu dan menyukseskan seluruh kegiatan.

“Saya rasa itulah yang disebut dengan lingkungan. Rasa saling memiliki dan dimiliki sudah ada dalam komunitas ini. Satu sama lain saling membantu dan menopang. Yang baik diteruskan dan yang tidak baik ditinggalkan,” kata Romo Dadang menanggapi.

Acara dilanjut dengan bincang-bincang santai bersama romo. Sebelum zoom meeting diakhiri, kami foto bersama. Tepat pukul 9 malam, acara sudah selesai dan diakhiri oleh doa yang dipimpin oleh Romo. Kunjungan ini merupakan bentuk pelayanan yang dapat dilakukan dan aman dilakukan di masa pandemi seperti sekarang ini. Kami semua berharap agar pandemi cepat usai sehingga kerinduan untuk bisa beribadah di gereja dapat segera terobati. Romo juga berpesan agar umat tetap bisa saling merangkul, menguatkan, dan mendoakan satu sama lain.

Catatan: liputan dan foto oleh Isabela Thyana

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *