194 Peserta Sangat Antusias Mempelajari dan Mendalami Liturgi Kematian

Komsos-GMK. Pendopo Gereja Marganingsih Kalasan terlihat penuh sesak dengan kehadiran peserta pembekalan liturgi kematian pada hari Minggu, 25 Februari 2018. Pembekalan disampaikan secara secara detil dan mendalam oleh Romo Budiharyano, Pr. Para peserta terdiri dari koordinator bidang liturgi lingkungan, wilayah dan stasi serta prodiakon GMK. Tercatat total jumlah peserta yang hadir mencapai 194 orang; 92 koordinator liturgi dan 102 prodiakon. Antusiasme peserta yang terlihat dari tingkat kehadiran yang sangat menggembirakan ini menggambarkan betapa pentingnya tema yang diangkat yakni tentang liturgi kematian. Banyak hal seputar pemberkatan jenasah selama ini masih menjadi pertanyaan dan sumber perdebatan di kalangan umat. Acara pembekalan ini diharapkan mampu memberikan jawaban terhadap berbagai pertanyaan tersebut.

Acara dimulai pukul 10 dan diawali dengan sambutan oleh YP  Harry Yudha Siregar selaku ketua bidang liturgi GMK. Dalam kata sambutannya, YP Harry Yudha Siregar menyampaikan betapa liturgi kematian ini sangat penting untuk dipahami oleh para ketua bidang liturgi lingkungan, wilayah dan stasi dan juga oleh para prodiakon. Acara dilanjutkan doa pembukaan yang dipimpin oleh J. Sancto F. Auriarto (Kalasan Barat).

Romo Budi memberikan penjelasan detil tentang pemakaman gerejawi ditinjau dari sudut yuridis pastoral serta bacaan dan nyanyian yang sangat disarankan dalam liturgi kematian. (silahkan baca lampiran di bagian bawah liputan ini)

Romo Budi mengawali penjelasannya dengan melontarkan pertanyaan menarik yakni mengapa kita perlu mempelajari dan mendalami liturgi kematian. Kita perlu menyadari bahwa peristiwa kematian mampu mengumpulkan banyak orang dari berbagai macam latar belakang. Di situlah gereja bisa tampil dan hadir. Peristiwa kematian menjadi kesempatan emas untuk mewartakan iman kita yakni kebangkitan Kristus. Maka liturgi kematian wajib dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Kehadiran kita saat ada peristiwa kematian adalah bentuk bantuan rohani kita kepada yang meninggal dan memberi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. Sesudah penjelasan dari romo Budi tentang pemakaman gerejawi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Siapkan liturginya dengan benar dan baik: petugasnya, lagu-lagunya, tata altarnya, peralatannya. (Romo Budi)

Berkaitan dengan bacaan dan nyanyian, romo Budi berharap adanya variasi bacaan injil yang digunakan dalam liturgi kematian. Umat juga bisa memilih bacaan yang disesuaikan dengan kehidupan dan teladan orang yang meninggal. Demikian pula tentang nyanyian. Kebanyakan liturgi kematian ditutup dengan lagu “Nderek Dewi Maria”. Romo Budi berharap bahwa umat bisa memilih variasi lagu lain dengan tema serupa misalnya “Mengasihi Maria” atau “Jih Treno Kawulo”.

Acara pembekalan selesai pada pukul 12.15 dan ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh FX Supriharsono.

Berikut ringkasan dari penjelasan Romo Budi.

  1. PEMAKAMAN GEREJAWI  – Sebuah Tinjauan Yuridis Pastoral oleh R.Budiharyana,Pr

 

Arti dan Tujuan Pemakaman Gerejawi

Pemakaman gerejawi dipahami sebagai tata perayaan liturgis dan doa-doa yang ditetapkan oleh Gereja untuk memberikan bantuan rohani bagi kaum beriman yang telah dipanggil Tuhan pada saat kematian mereka. Secara liturgis pemakaman gerejawi merupakan sebuah perayaan misteri paskah Kristus (SC.81). Dalam perayaan pemakaman umat beriman kristiani menegaskan tanpa ragu-ragu tentang pengharapannya akan hidup kekal (OE.1 dan 2).

SC   : Sacrosanctum Concillium (Dokumen Liturgi)

            OE   : Ordo Exsequiarum (Tata Perayaan Pemakaman)

            KHK : Kitab Hukum Kanonik (Hukum Gereja Katolik)

            Kan  : Kanon atau nomor atau ayat

Menurut KHK  Kan. 1176, di dalam pemakaman gerejawi, Gereja melakukan tiga hal penting yaitu:

  • Memohon kerahiman Allah bagi mereka yang telah meninggal.
  • Menghormati tubuh mereka yang dalam sakramen baptis telah menjadi ‘bait Roh Kudus’ yang hidup.
  • Memberikan penghiburan yang berupa harapan kristiani pada mereka yang masih hidup, bahwa suatu ketika kita akan bertemu kembali dengan saudara kita yang meninggal itu dalam kebahagiaan abadi di rumah Bapa di sorga.

Secara umum ritus pemakaman gerejawi itu meliputi tiga peristiwa:

  • Malam tirakatan di rumah duka (dan memasukkan jenasah ke dalam peti). Ini dimaksudkan untuk membantu keluarga yang berduka menemukan kekuatan dan penghiburannya pada misteri Paskah Kristus (OE.3).
  • Liturgi pemakaman atau pemberkatan jenasah (di gereja atau di rumah duka), baik dengan perayaan ekaristi atau tanpa perayaan ekaristi. Ini dimaksudkan untuk bersyukur bahwa Kristus menang atas dosa (OE.3).
  • Pemberangkatan jenasah dan doa pemakaman di makam. Ini dimaksudkan sebagai pengharapan akan hidup kekal (OE.3).

 

Yang Mendapatkan Pemakaman Gerejawi (Kan.1183)

 Umat Beriman Kristiani

Orang yang pertama-tama berhak mendapatkan pelayanan spiritual adalah umat beriman kristiani. Perayaan pemakaman gerejawi termasuk salah satu hak yang ingin diberikan oleh Gereja kepada umat beriman kristiani.

  1. Para Katekumen

Menurut Kan.206 para katekumen, yang atas dorongan Roh Kudus memohon dengan kehendak jelas untuk diinkorporasi dalam Gereja telah digabungkan dengan Gereja. Maka dalam kaitannya dengan pemakaman gerejawi, hendaknya para katekumen diperlakukan sama dengan kaum beriman kristiani lainnya.

 

  1. Anak-anak Kecil yang meninggal sebelum dibaptis

Romo paroki atas ijin ordinaris wilayah dapat memberikan pelayanan pemakaman gerejawi  kepada anak-anak kecil yang sebenarnya mau dibaptis oleh orang tuanya namun telah meninggal sebelumnya. Dan ordinaris wilayah sebelum memutuskan untuk memberikan ijin haruslah mencari kejelasan dari orang tuanya berkaitan dengan ada tidaknya keinginan untuk membaptiskan anaknya itu.

 

  1. Orang-orang yang dibaptis bukan Katolik

Atas dasar semangat ekumenisme, orang-orang yang dibaptis pada suatu Gereja atau persekutuan gerejawi bukan Katolik dapat diberi pelayanan pemakaman gerejawi dengan dua syarat berikut ini;

  • Mereka tidak memiliki kehendak yang berlawanan dengan Gereja Katolik.
  • Dalam saat yang bersamaan mereka tidak dapat menghadirkan pelayannya sendiri.

Penilaian tentang dua kondisi tersebut diserahkan kepada ordinaris wilayah.

 

Penolakan Pemakaman Gerejawi

Pemakaman gerejawi sebagai tindakan liturgis (Kan.837) adalah tanda dan ungkapan  persekutuan gerejawi.  Maka mereka yang hidup di luar persekutuan gerejawi ‘tidak dapat’ diberi pelayanan pemakaman gerejawi, (kecuali sebelum meninggal telah memberikan tanda-tanda pertobatan). Tanda pertobatan itu bisa berupa suatu tanda apapun, juga kalau hal itu hanya sebuah kemungkinan.

Catatan; Pemahaman mengenai pemakaman gerejawi lebih luas daripada doa bagi orang yang meninggal. Doa-doa bagi orang yang meninggal di manapun juga tidak dilarang, bahkan jika orang yang meninggal itu juga bukan kristiani.

 

Kasus-kasus Penolakan Pemakaman Gerejawi

  1. Mereka yang nyata-nyata murtad, menganut bidaah dan skisma (Kan.751)
  • Bidaah (heresis) ialah menyangkal atau meragukan dengan membandel suatu kebenaran yang harus diimani dengan sikap iman ilahi dan Katolik sesudah penerimaan sakramen baptis.
  • Murtad (apostasia) ialah menyangkal iman kristiani secara menyeluruh.
  • Skisma (schisma) ialah menolak ketaklukan/ketaatan kepada Paus atau persekutuan dengan anggota-anggota Gereja yang takluk kepadanya.

Mereka ditolak mendapatkan pemakaman gerejawinya karena dengan menolak secara total atau sebagian dogma (ajaran iman resmi) Katolik atau kesatuan dengan Gereja mereka pada kenyataannya juga mengungkapkan perlawanannya pada pemakaman gerejawi. Sebab dalam pemakaman gerejawi diungkapkan misteri iman Paskah Kristus.

Kenyataan murtad, bidaah dan skisma dapat diperoleh dari:

  • Dari hukum: jika mereka dijatuhi putusan oleh otoritas (kuasa) gerejawi yang berwenang, atau dari pengakuan yang bersangkutan.
  • Dari fakta: jika mereka telah diketahui oleh publik (secara umum) dan tidak bisa diragukan lagi.

 

  1. Pendosa-pendosa nyata

Ada dua syarat yang dituntut supaya orang bisa menerima pemakaman gerejawi, yakni orang yang bersangkutan bukan nyata-nyata seorang pendosa dan tidak memberikan batu sandungan bagi umat beriman. Mereka yang masuk dalam kategori menjadi batu sandungan, misalnya:

  • Orang yang ‘kumpul kebo’ atau konkubinat.
  • Mengikuti suatu ideologi ateisme dan materialisme secara terang-terangan.
  • Masuk dalam asosiasi atau organisasi yang bertentangan dengan Gereja (misalnya: melegalkan aborsi).

Tidaklah mudah untuk menentukan kondisi bahwa orang itu sungguh-sungguh berdosa dan menjadi skandal sehingga sering muncul keraguan. Masalah skandal bagi kaum beriman besar kemungkinan bisa diatasi kalau umat mendapatkan penjelasan dengan baik dari Romo. Makna pemakaman kristiani adalah menyerahkan saudara-saudari kepada kerahiman Tuhan yang berkenan mengampuni semua orang berdosa.

Hal-hal Praktis Pemakaman Gerejawi

  1. Kematian adalah peristiwa yang tidak dapat diprediksi kapan dan bagaimana terjadinya. Maka tidak selalu siap menghadapinya.
  2. Kematian menimbulkan kesedihan, duka yang mendalam bagi keluarga. Maka tidak mungkin keluarga yang berduka berpikir sendiri dalam menghadapinya, membutuhkan pertolongan.
  3. Peristiwa kematian mengumpulkan banyak orang dari berbagai macam golongan dan latar-belakang, agama dan suku, bahasa dan pemahaman.
  4. Acara seputar kematian: pemberkatan jenasah, pemakaman, peringatan arwah adalah kesempatan emas, “puncak” untuk memberikan atau menyampaikan pewartaan iman Katolik kepada sebanyak-banyaknya orang. Maka gunakan kesempatan ini seoptimal mungkin, buatlah acara sebaik mungkin, semenarik mungkin.
  5. Siapkan liturginya dengan benar dan baik: petugasnya, lagu-lagunya, tata altarnya, peralatannya.
  6. Tata altar, tata letak peti, dan tata ruang: altar menghadap sebanyak-banyaknya umat, persembahan pokok yaitu roti dan anggur tidak boleh tertutupi apapun, paling ideal peti diletakkan di depan altar.
  7. Pemberkatan jenasah dilakukan +- 1 – 1,5 jam sebelum pemakaman.
  8. Romo yang akan memberkati jenasah diberi informasi selengkap-lengkapnya tentang kehidupan menggereja dan kekatolikan dari yang meninggal.

 

TATA  LAKSANA  DAN  NYANYIAN PEMBERKATAN JENASAH

Tata Laksana Ibadat/Misa Pemberkatan Jenasah:

  1. Pembuka: tanda salib dan salam, pengantar, tobat, dao pembuka
  2. Liturgi Sabda: Bacaan I, mazmur tanggapan, Injil, homili
  3. Pemberkatan Jenazah: Perecikan dan pendupaan, Doa pemberkatan jenazah, Pemberkatan tanah dan bunga, nyanyian pemberkatan (fakultatif)
  4. Doa Umat
  5. Liturgi Ekaristi (bila dengan ekaristi)
  6. Penutup: berkat perutusan dan lagu penutup.

 

Nyanyian Pemberkatan Jenasah:

  1. Ordinarium: Ya Tuhan atau Kyrie (PS 344  atau PS 342, Kudus  atau Sanctus PS 388 atau PS 387,  Agnus Dei (PS 408 )
  2. Nyanyian Pembuka: Kini Saudara kita (MB 79), Kumenghadap Tuhan Allah. Ya Tuhan berikanlah.
  3. Nyanyian Tanggapan Sabda: Tuhan padaMu kuberserah (PS 717), Kulayangkan Pandangan Mataku (mzm 121), Tuhanlah Gembalaku (PS 646), Bahagia Manusia (MB 214), Engkau selalu kunanti (Maz 25), Berbahagialah (PS 841),
  4. Nyanyian Persiapan Persembahan: Ambillah  Tuhan (PS 382), Ya Tuhan Allahku (PS 378),  Aku datang padaMu       (PS …), Hanya kepadaMu (MB 80).
  5. Nyanyian Komuni: Yang kau perbuat bagi saudarku, Jikalau Gandum, Cinta kasih Allah,
  6. Nyanyian Penutup: In paradisum (PS 709), Dia Kubangkitkan (MB 82), Tuhan Dikau naungan hidupku (MB 378), Tuhan berikanlah istirahat (PS 712), Yesus juru selamat kami (PS 714), Syukur kepadaMu Tuhan (PS 592).
  7. Lain-lain: Tuhan Yesus Kristus Raja Mulia (PS 716), Akulah kebangkitan dan hidup (PS 713), Karna kekal cinta-Nya (MB 299).
  8. Nyanyian Maria: Mengasihi Maria (MB 543), Jrih tresna kawula,  Ya namamu Maria (MB 547),

 

  1. BACAAN KITAB SUCI DAN NYANYIAN PERINGATAN ARWAH/MEMULE

Nyanyian Peringatan Arwah:

  1. Nyanyian Pembuka: Bapa di surga (PS 710), Hai dunia buka pintumu (PS 549), Kugembira kau berkata (PS 325), PadaMu Tuhan dan Allahku (PS 690), Pintu satu-satunya (PS 543), Ya Tuhan pandang hambaMu (PS 329), Yesus Tuhan trimalah diri kami (PS 564).
  2. Tanggapan Sabda: Kurenungkan sabdaMu Tuhan, O Roh kudus illahi (PS 570), Puji syukur bagi Tuhan (PS594), Tuhan Kau gembala kami (PS 542), Tuhan padaMu ku berserah (PS 717) Tuntun aku Tuhan Allah (PS 653). Yang berteduh pada Tuhan (PS 654).
  3. Persiapan Persembahan: Aku datang padaMu (PS 383), Ambillah ya Tuhan (PS 382), Kami unjukkan kami sembahkan (PS 377), Roh kasih Allah, Trimalah persembahan kami (PS 384), Tuhan ambil hidupku (PS 376), Ya Tuhan Allahku (PS 378).
  4. Bapa Kami
  5. Komuni: Ajaib Tuhanku (PS 540), Mari datang padaKU (PS 422), Pujian kepadaMu Tuhan (PS 432), Santapan Peziarah (PS 434), Tuhan Dikau naungan hidupku (MB 378), Tuhan Engkau mencipta (PS 424), Tuhan semayam di hatiku      (MB 294).
  6. Penutup : Bimbinglah aku Tuhanku (PS 697), Kuhendak mengikuti Kristus (PS 655), Muliakanlah Tuhan Allah (PS 657), Limpahkan kasihMu (MB 478), Puji syukur bagi Tuhan (PS 594), Siapa yang berpegang (PS 650),

 

Bacaan Kitab Suci Peringatan Arwah:

1.  Ayb 19:1.23-27a

2.  Keb 3:1-9

3.  Kebijaksanaan: (4:7-15)

4.  Yesaya: (25:6.a.7-9)

5.  Yes 49:8.14-16

6.   2 Mak 12:43-46

7.   2 Tim 2:8-13

8.   Efesus (Ef 1:3-5)

9.   Kis 10:34-43

10.          Rom 8: 9-15

11.          2 Kor 1:3-5

12.          2 Kor 4:18-5:1

13.          1 Tes 4:13-14.17b-18

14.         Luk 23:33.39-43

15.  Filipi: (Flp 3:20-21)

16.  Mat 5:1-12

17.  Ibr 4:1.3-7.10-13

18.  1 Yoh 3:1-3

19.  Why 7:9.13a.14.16-17

20.  Why 21:1a.3-5a

21.  Wahyu14:13

22.   Luk 23:44-46.50.52-53; 24:1-6a

23.  Luk 24:13-35

24.  Yoh 5:24-29

25.  Mat 25:31-46

26.   Mrk 15:33-39; 16:1-6

 

  1.  Luk 4:16-22a
  2.  Luk 7:11-17
  3.  Luk 12:35-40
  1.  Mat 11:25-30
  2.  Mat 18:12-14
  3.  Yoh 14:1-9a
  1.  Yoh 6:37-40
  2.  Yoh 11:17-27
  3.  Yoh 11:32-45
  4.  Yoh 12:23-26
  5.  Why 21:1-5.6b-7
  6.  Yoh 15:9-12
  7.  Yoh 17:6-8
  8.  Yoh 17:24-26

 

 

Sumber tulisan: Presentasi romo Budi

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *