045 Lingkungan St. Yohanes Karangnongko Menghidupi Tradisi Doa Bersama Sejak Usia Dini

Sungguh tak dapat dipungkiri bahwa Allah itu sungguh berbelas kasih dan murah hati. Kerahiman-Nya tiada batas dan tak terselami. Demikian juga yang sering disampaikan Bapa Suci Fransiskus dalam setiap kesempatan. Bapa Suci juga sering menekankan pentingnya menyadari dan memasukkan di hati kita bahwa Kerahiman Allah itu sungguh nyata dalam setiap sisi kehidupan kita. Kita hanya diminta untuk lebih terbuka akan karya kasih-Nya.

“Allah selalu menantikan kita, bahkan jikalau kita telah meninggalkan-Nya! Allah tetap tidak pernah jauh dari kita, dan bila kita kembali kepada-Nya, Dia siap untuk menyambut dan memeluk kita”.

Salah satu bentuk tanggapan nyata atas Kerahiman Allah itu adalah membangun “dasar-dasar Keluarga Kristiani” yang Cerdas, Tangguh, Misioner, dan Dialogis. Salah satu ciri menonjol dalam keluarga seperti itu adalah bertumbuh dan berkembangnya budaya berdoa bersama, serta budaya berbagi (sharing/dialog) dalam keluarga.

Doa Bersama di Lingkungan

Suatu hal yang dapat dimaklumi jika yang hadir dalam Doa Rosario lebih banyak dibandingkan Doa Lingkungan (sembahyangan) yang biasanya ada (mungkin juga karena berdoa Rosario waktunya lebih singkat – red). Namun tentu bukan cuma alasan itu saja yang menjadi pertimbangan kenapa tradisi berdoa bersama di lingkungan tumbuh berkembang.


Keterlibatan umat dalam doa bersama di Lingkungan 045 St. Yohanes Karangnongko sungguh dapat menjadikan barometer paguyuban yang hidup. Biasanya, doa lingkungan dihadiri setidaknya 20-40 orang, dan saat doa Rosario yang hadir mencapai 45-65 orang (jumlah yang tidak sedikit, termasuk anak-anak dan orang muda).

Menghidupi Tradisi Doa Bersama

Sungguh pemandangan yang indah bila anak-anak diberi kesempatan khusus untuk memimpin doa. Bagaimanapun yang lebih tua perlu belajar menghormati pemimpin doa, meski usia mereka jauh lebih muda. Benar, itu suatu pemandangan yang sangat indah.


Salah satu upaya menghidupi tradisi doa bersama di lingkungan adalah adanya kesempatan bagi kaum muda dan khususnya bagi anak-anak untuk memimpin doa bersama. Selain keberanian mereka yang dibangun, keterlibatan orangtua (yang lebih tua usianya) menjadi semakin nyata dalam mendampingi mereka.

  
Di Lingkungan 045 St. Yohanes Karangnongko, kebiasaan ini sudah dirintis sejak tahun 2010 (7 th yang lalu). Anak-anak diberi kesempatan secara khusus memimpin doa Rosario – bahkan mereka mendapatkan jadwal khusus untuk itu. Bahagia rasanya hidup bersama di lingkungan ini, terutama dalam tradisi berdoa bersama. Yang sungguh luar biasa adalah: mereka yang masih duduk di TK dan SD sudah berani memimpin serta secara aktif turut ambil bagian dalam memimpin doa. Sungguh luar biasa…!!

Semoga saja tradisi berdoa seperti ini berbuah menjadi kebiasaan yang berguna dan membangun paguyuban yang hidup. Setidaknya, upaya ini menjadi kesepakatan bersama untuk mewujudkan Gereja (paguyuban) yang Inklusif, Inovatif, dan Transformatif dalam membangun Peradaban Kasih. Amin.

Yohanes KD Lukito

KOORDINATOR TIM KERJA PENGEMBANGAN - BIDANG LITBANG GMK #TimKreatif

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *